- Turnamen Voli Putri Bontang Jadi Wadah Pemberdayaan Perempuan dan UMKM
- Kapal Fiber dan Jaring Gillnet Disiapkan, DKP3 Bontang Dorong Produktivitas KUB Nelayan
- DKP3 Perkuat Pengawasan Distribusi MBG, Pastikan Makanan Aman hingga Diterima Siswa
- Pemkot Serahkan Penanganan Sengketa Kapal Roro ke Kejaksaan, Neni: Itu Aset Pemerintah
- DKP3 Dorong Produktivitas Peternakan, Bantuan Kambing dan Pakan Difokuskan untuk Pengembangan Ternak
- DKP3 Libatkan Lintas OPD Susun FSVA 2026, Data Ketahanan Pangan Tiap Kelurahan Diverifikasi
- Libatkan Pelajar dalam Perintis Anti Narkoba, Wali Kota Bontang Pastian Pengurus Bebas Narkoba
- DKP3 Gandeng Universitas Brawijaya Kembangkan BONTAMI, Perkuat Hilirisasi Rumput Laut Bontang
- DP3AKB Bontang Sosialisasikan Aplikasi Si SAKA, Permudah Masyarakat Laporkan Dugaan Kekerasan
- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
DPRD Samarinda Kritik Kondisi Rumah Aman Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Foto : Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti, menyoroti sejumlah kekurangan pada rumah aman yang disediakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Samarinda bagi korban kekerasan perempuan dan anak.
Puji sapaan akrabnya, mengatakan bahwa rumah aman ini belum sepenuhnya aman. “Samarinda ini sudah punya rumah aman. Tapi rumah aman itu sudah bagus ya menurut PPA itu sudah bagus tapi menurut kami itu belum,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya lingkungan yang steril dan sistem pengamanan yang ketat di rumah aman tersebut. Puji menyarankan agar pengamanan tidak hanya melibatkan petugas satpam, tetapi juga personel kepolisian untuk memastikan keamanan dan perlindungan maksimal bagi para korban.
Baca Lainnya :
- Premanisme Berkedok Ormas di Samarinda, Adnan Beri Komentar0
- 5 OPD Samarinda Diminta Kolaborasi Tangani Banjir0
- Longsor di Area Terowongan Samarinda, Andriansyah Minta Warga Tak Khawatir0
- Viktor Yuan Harap Disporapar Samarinda Pisah Jadi 2 OPD0
- Pembinaan Angkot di Samarinda Dipertanyakan, DPRD Menilai Pemkot Kurang Maksimal0
Tak hanya itu, rumah aman juga memiliki akses yang mudah ke fasilitas kesehatan maupun fasilitas pendidikan. Sehingga korban pun tidak mengalami trauma yang lebih berat lagi.
“Nah kalau bisa begitulah pokoknya akses terhadap pelayanan kesehatan layanan pendidikan itu semua tersambung,” sebutnya.
Terakhir, Puji berharap agar DP2PA Samarinda bisa lebih menyiapkan rumah aman yang lebih mumpuni kepada korban kekerasan perempuan dan anak. Karena sejatinya, rumah aman menjadi wadah korban merasa terlindungi. (ARD/Adv/DPRDSamarinda)










.jpg)
