- Turnamen Voli Putri Bontang Jadi Wadah Pemberdayaan Perempuan dan UMKM
- Kapal Fiber dan Jaring Gillnet Disiapkan, DKP3 Bontang Dorong Produktivitas KUB Nelayan
- DKP3 Perkuat Pengawasan Distribusi MBG, Pastikan Makanan Aman hingga Diterima Siswa
- Pemkot Serahkan Penanganan Sengketa Kapal Roro ke Kejaksaan, Neni: Itu Aset Pemerintah
- DKP3 Dorong Produktivitas Peternakan, Bantuan Kambing dan Pakan Difokuskan untuk Pengembangan Ternak
- DKP3 Libatkan Lintas OPD Susun FSVA 2026, Data Ketahanan Pangan Tiap Kelurahan Diverifikasi
- Libatkan Pelajar dalam Perintis Anti Narkoba, Wali Kota Bontang Pastian Pengurus Bebas Narkoba
- DKP3 Gandeng Universitas Brawijaya Kembangkan BONTAMI, Perkuat Hilirisasi Rumput Laut Bontang
- DP3AKB Bontang Sosialisasikan Aplikasi Si SAKA, Permudah Masyarakat Laporkan Dugaan Kekerasan
- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
DKP3 Gandeng Universitas Brawijaya Kembangkan BONTAMI, Perkuat Hilirisasi Rumput Laut Bontang

Keterangan Gambar : Sekretaris DKP3 Bontang, Debora Kristiani (tengah). dok : Analognews
Analognews.id, BONTANG – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang menggandeng Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya untuk mengembangkan BONTAMI (Bontang Mi Rumput Laut) sebagai produk pangan berbasis komoditas lokal. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah rumput laut sekaligus memperkuat daya saing produk olahan khas Bontang.
Sekretaris DKP3 Bontang, Debora Kristiani, mengatakan kerja sama dengan kalangan akademisi menjadi bagian dari strategi hilirisasi komoditas perikanan agar rumput laut tidak hanya dipasarkan sebagai bahan baku, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
“Kami ingin potensi rumput laut yang dimiliki Bontang tidak berhenti sebagai komoditas mentah. Melalui kolaborasi ini, kami berupaya menghasilkan produk olahan yang berkualitas dan memiliki peluang bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Baca Lainnya :
- DP3AKB Bontang Sosialisasikan Aplikasi Si SAKA, Permudah Masyarakat Laporkan Dugaan Kekerasan0
- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal0
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut0
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan0
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani0
Dalam pengembangannya, DKP3 melibatkan Poklahsar Jaya Bersama sebagai pelaku usaha, sementara tim FTAB Universitas Brawijaya memberikan pendampingan mulai dari penelitian, formulasi produk, teknologi pengolahan hingga pengujian mutu. Tim akademisi tersebut dipimpin Sekretaris Departemen Teknologi Industri Pertanian FTAB UB, Rizky Luthfian Ramadhan Silalahi, bersama Beauty Suestining Diyah Dewanti, Dhita Morita Ikasari, Andan Linggar Rucitra, dan Vindhya Tri Widayanti.
Proses pendampingan dilakukan di Balai Sekaya Maritim, Tanjung Limau, serta Poklahsar Qisbelin. Melalui kolaborasi tersebut, pengembangan BONTAMI diharapkan tidak berhenti pada tahap produksi, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas, standar mutu, hingga strategi pemasaran.
BONTAMI sendiri merupakan mi berbahan dasar rumput laut yang dikembangkan sebagai alternatif pangan lokal dengan kandungan serat. Produk ini juga diharapkan menjadi salah satu bentuk diversifikasi pangan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi UMKM dan kelompok pengolah hasil perikanan di Kota Bontang.
Selain meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan, pengembangan BONTAMI dinilai sejalan dengan konsep blue economy, yakni pemanfaatan sumber daya kelautan secara berkelanjutan yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Ke depan, DKP3 akan terus memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi dan kelompok pengolah agar BONTAMI semakin dikenal sebagai produk khas Bontang dan mampu menembus pasar yang lebih luas.
“Harapan kami, BONTAMI tidak hanya menjadi produk inovasi, tetapi juga menjadi identitas pangan lokal Bontang yang memiliki daya saing, memberikan nilai tambah bagi rumput laut, dan meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha pengolah hasil perikanan,” tutup Debora.










.jpg)
