- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mendorong penguatan pembinaan remaja sejak usia sekolah sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi yang memiliki karakter dan kesiapan membangun keluarga di masa mendatang.
Pesan tersebut disampaikan Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Pemkot Bontang, Anwar Sadat, saat membuka kegiatan Bimbingan Pra Nikah Remaja Usia Sekolah se-Kota Bontang Tahun 2026 yang digelar Gerakan Keluarga Sakinah (GKS) Kota Bontang di Aula Gedung MUI Bontang Selatan, Selasa (21/7/2026).
Anwar hadir mewakili Wali Kota Bontang. Ia mengatakan pembinaan remaja perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang karena mereka akan menjadi bagian penting dalam keluarga dan pembangunan daerah pada masa mendatang.
Baca Lainnya :
“Pembekalan kepada remaja jangan dipahami hanya sebagai persiapan menuju pernikahan. Lebih dari itu, mereka sedang dipersiapkan menjadi pribadi yang mampu mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas masa depannya,” ujar Anwar.
Ia mengajak para pelajar mengikuti kegiatan tersebut secara aktif dan mengambil nilai-nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, pemahaman mengenai menjaga diri, menghormati orang lain, membangun pergaulan sehat, serta memiliki tujuan hidup perlu ditanamkan sebelum remaja memasuki fase kehidupan berkeluarga.
“Hal-hal sederhana seperti memilih lingkungan pertemanan, menghargai orang lain, dan menjaga diri merupakan bagian dari proses mempersiapkan kehidupan yang lebih matang,” katanya.
Anwar juga mendorong agar pembinaan remaja dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya mengandalkan kegiatan tahunan. Ia menilai keterlibatan pemerintah, lembaga keagamaan, sekolah, keluarga, serta organisasi masyarakat diperlukan untuk membentuk lingkungan yang mendukung tumbuh kembang remaja.
“Kalau pembinaan dilakukan bersama dan berkesinambungan, jangkauannya akan jauh lebih luas. Sekolah memberikan pendidikan, keluarga memberikan pendampingan, sementara pemerintah dan lembaga terkait memperkuat programnya,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Gerakan Keluarga Sakinah (GKS) Kota Bontang, Muhammad Amir, menjelaskan program bimbingan pra nikah bagi remaja telah dilaksanakan secara rutin setiap tahun.
Kegiatan tahun ini mengangkat tema “Berilmu Dulu, Menikah Kemudian” dengan sasaran utama siswa-siswi SMA dan SMK, khususnya kelas XII.
Amir mengatakan tema tersebut dipilih untuk mengingatkan remaja agar tidak terburu-buru memasuki pernikahan sebelum memiliki bekal pendidikan dan pengetahuan yang memadai.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa ada tahapan yang perlu diselesaikan. Pendidikan dan pembentukan diri harus menjadi prioritas sebelum mengambil keputusan besar seperti pernikahan,” jelas Amir.
Sekitar 100 peserta dari 10 SMA dan SMK negeri di Kota Bontang diundang dalam kegiatan tersebut. Masing-masing sekolah mengirimkan sekitar 10 siswa dan siswi, sementara sejumlah sekolah swasta juga turut diundang.
Hingga kegiatan dimulai, sekitar 80 persen peserta telah hadir. Mereka berasal dari sejumlah sekolah, di antaranya SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Negeri 3, SMK Negeri 1, SMK Negeri 2, SMK Negeri 3, dan SMK Negeri 4 Bontang Lestari.
Amir menambahkan, rangkaian pembinaan akan dilanjutkan pada hari berikutnya dengan sasaran pasangan calon pengantin yang telah mendaftarkan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA).
Sebanyak 50 pasangan atau 100 peserta dijadwalkan mengikuti bimbingan calon pengantin sebagai bagian dari upaya memberikan bekal sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.
“Setelah remaja, pembinaan kita lanjutkan kepada calon pengantin. Jadi ada kesinambungan, mulai dari memberikan pemahaman kepada anak sekolah hingga membekali pasangan yang memang sudah siap menuju pernikahan,” katanya.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan Baznas Kota Bontang dalam penyediaan konsumsi peserta. Sementara materi disampaikan lima narasumber dari DP3AKB Kota Bontang, Kementerian Agama, KUA, serta Gerakan Keluarga Sakinah.
Melalui pembinaan tersebut, GKS bersama Pemkot Bontang berharap remaja memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya pendidikan, kematangan karakter, kesiapan mental, serta pertimbangan agama dan hukum sebelum memutuskan membangun rumah tangga.










.jpg)
