- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial

Analognews.id, BONTANG – Persekutuan Wanita Badan Kerja Sama Antar Gereja (PW-BKAG) Kota Bontang memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36 melalui ibadah syukur di Auditorium 3 Dimensi, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris dan dihadiri anggota DPD RI Kalimantan Timur Yulianus Henock Sumual, Ketua Umum Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Bontang Nur Kalbi, Ketua BKAG Kota Bontang Pdt. Tobok M. Sitinjak, Ketua PW-BKAG Emi Rembang, pengurus, tokoh agama, serta tamu undangan.
Dalam sambutannya, Agus Haris menyampaikan apresiasi atas perjalanan PW-BKAG yang telah berusia 36 tahun. Menurutnya, keberadaan organisasi tersebut tidak hanya memiliki arti bagi kehidupan keagamaan, tetapi juga dapat memberikan kontribusi dalam kehidupan sosial masyarakat.
Baca Lainnya :
“36 tahun merupakan perjalanan yang panjang dan menunjukkan adanya konsistensi dalam pelayanan. Semoga semangat tersebut terus berkembang sehingga kehadiran PW-BKAG semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Mengusung tema “Kasih yang Melayani, Iman yang Berdampak”, peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan perempuan lintas gereja dan denominasi.
Agus menilai semangat pelayanan yang dibangun PW-BKAG sejalan dengan upaya menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman Kota Bontang.
“Kerukunan tidak tumbuh dengan sendirinya. Dibutuhkan kepedulian, komunikasi, dan kemauan untuk saling menghargai. Organisasi keagamaan memiliki ruang yang besar untuk ikut menjaga suasana tersebut,” katanya.
Ia juga menyoroti peran perempuan dalam membangun ketahanan keluarga. Menurutnya, perempuan memiliki posisi penting dalam membentuk karakter anak, menjaga keharmonisan keluarga, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan sekitar.
Karena itu, PW-BKAG diharapkan terus memperluas kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, tidak hanya melalui kegiatan keagamaan tetapi juga aksi sosial dan pemberdayaan keluarga.
“Perempuan memiliki pengaruh besar dalam keluarga dan lingkungan. Ketika nilai kasih, kepedulian, dan saling menolong terus ditanamkan dari keluarga, dampaknya akan meluas ke masyarakat,” tutur Agus.
Pemerintah Kota Bontang juga memandang organisasi perempuan dan keagamaan sebagai mitra dalam mendukung pembangunan sosial. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dinilai penting untuk memperkuat ketahanan keluarga, membangun karakter, serta menjaga persatuan di tengah perbedaan.
Dalam kesempatan tersebut, Agus turut menyampaikan penghargaan kepada pengurus, panitia, para hamba Tuhan, dan seluruh anggota PW-BKAG yang selama ini berkontribusi dalam berbagai kegiatan pelayanan.
Ia berharap usia ke-36 menjadi momentum bagi PW-BKAG untuk terus melakukan evaluasi sekaligus memperluas manfaat organisasi.
“Teruslah menjadi bagian dari masyarakat yang menghadirkan kedamaian dan kepedulian. Pemerintah tentu terbuka untuk membangun kerja sama dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi warga Bontang,” pungkasnya.










.jpg)
