- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga

Analognews.id, BONTANG – Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di Kota Bontang menjadi momentum untuk memperkuat kembali peran keluarga dalam membentuk karakter dan kualitas generasi muda.
Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Bontang saat membuka Talk Show Harganas yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) bersama Forum GenRe Indonesia Kota Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan dihadiri Kepala DP3AKB Bahtiar Mabe, Ketua Komite I DPD RI, Andi Sofyan Hasdam, para Duta GenRe, serta perwakilan duta remaja dari berbagai organisasi di Kota Bontang.
Baca Lainnya :
Wali Kota mengatakan keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk pola pikir, karakter, dan kebiasaan anak. Karena itu, penguatan keluarga perlu dilakukan secara konsisten, bukan hanya ketika muncul persoalan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian ialah fenomena fatherless, yakni kondisi ketika ayah secara fisik berada dalam keluarga, tetapi keterlibatan emosionalnya terhadap anak masih minim.
Menurutnya, kehadiran ayah seharusnya tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan ekonomi. Anak juga membutuhkan komunikasi, perhatian, pendampingan, serta keteladanan dari sosok ayah.
“Anak membutuhkan ayah yang hadir bukan hanya ketika ada kebutuhan, tetapi juga ketika mereka ingin bercerita, meminta arahan, atau menghadapi persoalan. Kehadiran seperti itu yang ikut membentuk rasa aman dan karakter anak,” ujar Wali Kota.
Ia mengingatkan, lemahnya pendampingan di lingkungan keluarga dapat membuat anak lebih rentan menghadapi berbagai persoalan sosial, termasuk kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, kekerasan, hingga pernikahan usia anak.
Karena itu, keluarga didorong menerapkan delapan fungsi keluarga secara optimal sekaligus membangun pola pengasuhan yang melibatkan ayah dan ibu secara seimbang.
Pemerintah Kota Bontang, lanjutnya, akan terus memperkuat program pembangunan keluarga, perlindungan perempuan dan anak, percepatan penurunan stunting, serta peningkatan kualitas remaja melalui kerja sama lintas sektor.
“Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Penguatan keluarga harus dimulai dari rumah dan didukung lingkungan sekitar, sekolah, komunitas, hingga pemerintah,” katanya.
Kepada para Duta GenRe, anggota PIK-R, dan duta remaja, Wali Kota juga meminta mereka mengambil peran dalam menyebarkan pesan positif kepada sesama generasi muda.
“Gunakan kesempatan sebagai duta untuk mengajak teman-teman merencanakan masa depan dengan baik, menghindari perilaku berisiko, dan berani menjadi contoh dalam lingkungan masing-masing,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Taranty Shakila Balqis mengatakan talk show tersebut secara khusus diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.
Ia menilai peran ayah perlu dipahami secara lebih luas karena perkembangan anak membutuhkan dukungan emosional, komunikasi, dan pendampingan dari kedua orang tua.
“Kami ingin peserta membawa pulang pemahaman bahwa membangun keluarga bukan hanya soal memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ada kebutuhan emosional anak yang juga harus diperhatikan dan didampingi,” kata Tara.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan Ketua Komite I DPD RI Dr. Andi Sofyan Hasdam yang memberikan pembekalan kepada para peserta. Ia mendorong para duta remaja mengambil posisi sebagai agen perubahan dengan menyampaikan pesan-pesan positif mengenai keluarga dan kehidupan remaja.
Adapun dua narasumber dihadirkan dalam kegiatan tersebut. Tenri Reward Putri membawakan materi mengenai makna dan tujuan peringatan Hari Keluarga Nasional, sedangkan Khohifah Naila Fakriah menyampaikan materi mengenai promosi Program UNMUTE untuk meningkatkan kesadaran generasi muda dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan suportif bagi remaja.
Melalui kegiatan tersebut, DP3AKB dan Forum GenRe Kota Bontang berharap penguatan peran keluarga tidak berhenti pada momentum Harganas, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari upaya membangun generasi Bontang yang sehat, berkarakter, dan berkualitas.










.jpg)
