DP3AKB Bontang Sosialisasikan Aplikasi Si SAKA, Permudah Masyarakat Laporkan Dugaan Kekerasan

By Redaksi 06 Agu 2026, 21:24:42 WIB Pemkot Bontang
DP3AKB Bontang Sosialisasikan Aplikasi Si SAKA, Permudah Masyarakat Laporkan Dugaan Kekerasan

Keterangan Gambar : Sekretaris DP3AKB Bontang, Jamilah Suyuthi


Analognews.id, BONTANG - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang mulai menyosialisasikan Sistem Si SAKA sebagai kanal pelaporan dugaan kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

Aplikasi ini dapat diakses oleh masyarakat maupun tenaga kesehatan untuk mempermudah pelaporan sekaligus mempercepat penanganan kasus.

Sekretaris DP3AKB Bontang, Jamilah Sayuthi, mengatakan Si SAKA dikembangkan bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang. Aplikasi tersebut dirancang dengan sistem yang menjamin kerahasiaan identitas pelapor maupun korban.

Baca Lainnya :

“Si SAKA terbuka untuk semua orang. Masyarakat yang menemukan dugaan kekerasan dapat melaporkannya melalui aplikasi ini. Seluruh informasi yang masuk dipastikan terjaga kerahasiaannya,” ujarnya saat ditemui di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Kamis (6/8/2026).

Menurut Jamilah, sebelum Si SAKA diluncurkan, laporan dugaan kekerasan masih diterima secara manual. Kini, aplikasi itu menjadi sarana pelaporan bagi masyarakat, tenaga kesehatan, maupun petugas layanan yang menemukan indikasi kekerasan.

DP3AKB juga telah menggelar pelatihan penggunaan Si SAKA kepada para pengguna awal. Pelatihan tersebut berisi praktik penggunaan aplikasi agar pelaporan dapat dilakukan dengan benar.

Ia menjelaskan, tenaga kesehatan memiliki dasar regulasi untuk melaporkan apabila menemukan dugaan kekerasan. Namun, setiap laporan yang masuk tetap akan melalui proses verifikasi dan validasi sebelum ditentukan langkah penanganannya.

“Tidak semua laporan harus berujung pada proses hukum. Penanganannya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kasus. Yang paling penting adalah memberikan perlindungan kepada korban kekerasan,” jelasnya.

Pada tahap awal, pelatihan Si SAKA baru melibatkan unsur Perlindungan Perempuan dan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PPATBM) di setiap kelurahan. Para anggota PPATBM yang ditetapkan melalui surat keputusan lurah diharapkan menjadi ujung tombak dalam membantu masyarakat mengenali dan melaporkan dugaan kekerasan.

Jamilah menambahkan, Si SAKA telah diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional. Setelah peluncuran, DP3AKB kini fokus memberikan sosialisasi dan pelatihan agar aplikasi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sistem pelaporan kekerasan yang aman, mudah diakses, dan menjaga kerahasiaan setiap laporan.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.