- Turnamen Voli Putri Bontang Jadi Wadah Pemberdayaan Perempuan dan UMKM
- Kapal Fiber dan Jaring Gillnet Disiapkan, DKP3 Bontang Dorong Produktivitas KUB Nelayan
- DKP3 Perkuat Pengawasan Distribusi MBG, Pastikan Makanan Aman hingga Diterima Siswa
- Pemkot Serahkan Penanganan Sengketa Kapal Roro ke Kejaksaan, Neni: Itu Aset Pemerintah
- DKP3 Dorong Produktivitas Peternakan, Bantuan Kambing dan Pakan Difokuskan untuk Pengembangan Ternak
- DKP3 Libatkan Lintas OPD Susun FSVA 2026, Data Ketahanan Pangan Tiap Kelurahan Diverifikasi
- Libatkan Pelajar dalam Perintis Anti Narkoba, Wali Kota Bontang Pastian Pengurus Bebas Narkoba
- DKP3 Gandeng Universitas Brawijaya Kembangkan BONTAMI, Perkuat Hilirisasi Rumput Laut Bontang
- DP3AKB Bontang Sosialisasikan Aplikasi Si SAKA, Permudah Masyarakat Laporkan Dugaan Kekerasan
- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
Pembinaan Angkot di Samarinda Dipertanyakan, DPRD Menilai Pemkot Kurang Maksimal

Keterangan Gambar : Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan. (Foto : Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Anggota Komisi II DPRD Samarinda Viktor Yuan, mempertanyakan kinerja Pemkot Samarinda dalam melakukan pembinaan terhadap angkutan umum yang ada di Kota Tepian saat ini.
Viktor menjelaskan, transportasi umum seperti angkot saat ini sedang “sepi”. Mereka kalah bersaing dengan angkutan online yang menjamur.
“Samarinda ini kan dikenal dengan angkot ya dulu. Nah dengan hadirnya angkutan online, itu terang terang, dia kalah bersaing,” jelas Viktor.
Baca Lainnya :
- Iswandi Minta Pengawasan BUMD Dapat Dilakukan Secara Transparan dan Berbasis Data0
- Deni Hakim Sebut Revitalisasi Pasar Pagi Harus Prioritaskan Keamanan0
- Longsornya Terowongan Samarinda, Deni Hakim Beri Komentar0
- Kasus Kekerasan di Samarinda Melonjak, DPRD Minta Perlindungan Korban Diperkuat0
- Helmi Abdulloh Apresiasi Program Gratispol 0
Dirinya meminta Pemkot Samarinda untuk memberikan perhatian serius terhadap angkutan kota (angkot) dengan memberikan pembinaan agar dapat bertahan dan bersaing dengan layanan transportasi online yang semakin berkembang.
“Oleh karena itu memang kalau ingin menghidupkan angkot ini, perlu intervensi dari pemerintah. Perlu campur tangan dari pemerintah,” terangnya.
Tepatnya kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Viktor Yuan meminta agar ada alokasi dana khusus untuk bisa melakukan pembinaan dari angkutan umum ini.
“Anggota ini sangat membutuhkan dukungan-dukungan dari pemerintah," tukasnya. (ARD/Adv/DPRDSamarinda)










.jpg)
