- Turnamen Voli Putri Bontang Jadi Wadah Pemberdayaan Perempuan dan UMKM
- Kapal Fiber dan Jaring Gillnet Disiapkan, DKP3 Bontang Dorong Produktivitas KUB Nelayan
- DKP3 Perkuat Pengawasan Distribusi MBG, Pastikan Makanan Aman hingga Diterima Siswa
- Pemkot Serahkan Penanganan Sengketa Kapal Roro ke Kejaksaan, Neni: Itu Aset Pemerintah
- DKP3 Dorong Produktivitas Peternakan, Bantuan Kambing dan Pakan Difokuskan untuk Pengembangan Ternak
- DKP3 Libatkan Lintas OPD Susun FSVA 2026, Data Ketahanan Pangan Tiap Kelurahan Diverifikasi
- Libatkan Pelajar dalam Perintis Anti Narkoba, Wali Kota Bontang Pastian Pengurus Bebas Narkoba
- DKP3 Gandeng Universitas Brawijaya Kembangkan BONTAMI, Perkuat Hilirisasi Rumput Laut Bontang
- DP3AKB Bontang Sosialisasikan Aplikasi Si SAKA, Permudah Masyarakat Laporkan Dugaan Kekerasan
- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
Longsor di Area Terowongan Samarinda, Andriansyah Minta Warga Tak Khawatir

Keterangan Gambar : Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Andriansyah. (Foto : ARD)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Samarinda pada (12/05/2025) telah mengakibatkan bencana alam berupa banjir dan tanah longsor di sejumlah titik di wilayah Kota Tepian.
Salah satu lokasi terdampak adalah area lereng inlet terowongan Samarinda yang berlokasi di Jalan Sultan Alimuddin. Pada lokasi tersebut, terjadi pergerakan lereng di area sisi kanan portal terowongan.
Meskipun peristiwa tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat Kota Samarinda, Anggota Komisi III DPRD Samarinda Andriansyah, memberikan pernyataan yang menenangkan.
Baca Lainnya :
- Viktor Yuan Harap Disporapar Samarinda Pisah Jadi 2 OPD0
- Pembinaan Angkot di Samarinda Dipertanyakan, DPRD Menilai Pemkot Kurang Maksimal0
- Iswandi Minta Pengawasan BUMD Dapat Dilakukan Secara Transparan dan Berbasis Data0
- Deni Hakim Sebut Revitalisasi Pasar Pagi Harus Prioritaskan Keamanan0
- Longsornya Terowongan Samarinda, Deni Hakim Beri Komentar0
Dirinya mengatakan bahwa struktur lereng saat ini masih belum menjadi struktur yang permanen. Masih bersifat sementara.
“Itu memang untuk sementara, belum permanen ya. Sifatnya itu penahan sementara gitu, supaya orang bisa beroperasional bekerja menyelesaikan terowongan," jelasnya.
“Nanti kalau terowongan itu sudah jadi, baru dibuat yang permanennnya,” tambahnya.
Lebih lanjut kata dia, Wali Kota Samarinda telah menyampaikan bahwa struktur lereng di bagian inlet terowongan dijamin kuat. Pembangunan terowongan memang telah dilakukan kajian teknis yang rinci. Dirinya juga mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir dengan peristiwa tersebut.
“Jadi tidak perlu ada rasa khawatir juga di masyarakat. Jangan khawatir, karena itu memang untuk menahan dulu longsoran tanah selama beraktifitas,” tukasnya. (ARD/Adv/DPRDSamarinda)










.jpg)
