- Turnamen Voli Putri Bontang Jadi Wadah Pemberdayaan Perempuan dan UMKM
- Kapal Fiber dan Jaring Gillnet Disiapkan, DKP3 Bontang Dorong Produktivitas KUB Nelayan
- DKP3 Perkuat Pengawasan Distribusi MBG, Pastikan Makanan Aman hingga Diterima Siswa
- Pemkot Serahkan Penanganan Sengketa Kapal Roro ke Kejaksaan, Neni: Itu Aset Pemerintah
- DKP3 Dorong Produktivitas Peternakan, Bantuan Kambing dan Pakan Difokuskan untuk Pengembangan Ternak
- DKP3 Libatkan Lintas OPD Susun FSVA 2026, Data Ketahanan Pangan Tiap Kelurahan Diverifikasi
- Libatkan Pelajar dalam Perintis Anti Narkoba, Wali Kota Bontang Pastian Pengurus Bebas Narkoba
- DKP3 Gandeng Universitas Brawijaya Kembangkan BONTAMI, Perkuat Hilirisasi Rumput Laut Bontang
- DP3AKB Bontang Sosialisasikan Aplikasi Si SAKA, Permudah Masyarakat Laporkan Dugaan Kekerasan
- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
5 OPD Samarinda Diminta Kolaborasi Tangani Banjir

Keterangan Gambar : Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Andriansyah. (Foto : ARD)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Kota Samarinda kembali dilanda banjir beberapa waktu lalu, hampir seluruh wilayah terendam akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sebagian wilayah kota tersebut.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPRD Samarinda Andriansyah pun turut angkat bicara. Dirinya berpendapat bahwa 5 OPD di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda harus berkolaborasi dan berkoordinasi bersama.
Kelima OPD yang dimaksud ialah Dinas PUPR, Disperkim, DLH dan Dishub.”Saya selalu mengimbau agar duduklah berlima OPD itu. Karena semua berkaitan,” jelasnya.
Baca Lainnya :
- Longsor di Area Terowongan Samarinda, Andriansyah Minta Warga Tak Khawatir0
- Viktor Yuan Harap Disporapar Samarinda Pisah Jadi 2 OPD0
- Pembinaan Angkot di Samarinda Dipertanyakan, DPRD Menilai Pemkot Kurang Maksimal0
- Iswandi Minta Pengawasan BUMD Dapat Dilakukan Secara Transparan dan Berbasis Data0
- Deni Hakim Sebut Revitalisasi Pasar Pagi Harus Prioritaskan Keamanan0
Dirinya menekankan peran sentral Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dalam pembangunan Kota Samarinda.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan kota ini sangat bergantung pada kinerja PUPR, kesalahan dalam pelaksanaan pembangunan dapat berakibat fatal bagi perkembangan Kota Samarinda.
Bukan hanya itu, penanganan banjir tidak bisa dibebankan kepada PUPR. BPBD sendiri memiliki peran penting yang mana mampu melakukan pemetaan terkait lokasi rawan bencana atau gambaran kebencanaan.
“Jadi apa yang sudah dikerjakan BPBD itu nanti digabungkan sama RTRWK atau rencana tata ruangnya PUPR, baru bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memegang peranan penting dalam upaya menjaga ketahanan lingkungan dan pengelolaan sampah kota.
Di sisi lain, Dinas Perhubungan (Dishub) telah mempersiapkan langkah-langkah antisipatif untuk mengelola dan mengantisipasi potensi hambatan pada sistem lalu lintas yang mungkin terjadi akibat banjir.
“Gak bisa kalau kerja sendiri-sendiri. Sejauh ini yang kita perhatikan, kita masih kerja sendiri-sendiri. Selama masih kerja sendiri-sendiri, saya pastikan udah lah. Kita sambil berdoa aja terus gitu,” tukasnya. (ARD/Adv/DPRDSamarinda)










.jpg)
