- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Sosialisasi Program Nyamuk Wolbachia Tak Aksimal, Dewan Sebut Masyarakat Bingung

Keterangan Gambar : Ikustrasi Nyamuk Wolbachia. (Untuk)
ANALOGNEWS.id, BONTANG - Sosialisasi Program pelepasan bibit nyamuk Wolbachia di Kota Bontang dinilai Dewan tidak mekasimal.
Anggota DPRD Bontang, Faisal, menyebut efektivitas sosialisasi yang dilakukan Dinas Kesehatan terkait program ini tidk efektif.
Faisal mengatakan, sosialisasi yang dilakukan pmerintah belum mencapai tingkat yang memadai, hingga menciptakan kebingungan di kalangan masyarakat.
Baca Lainnya :
- Jelang Pemilu 2024, Dewan Imbau Warga Jaga Kondusifitas0
- BW Usulkan Atlet Paralimpik di Beri Bonus0
- Menajamen PT LBB Diperiksa Tipikor Polres, Begini Tanggapan Ketua DPRD Bontang0
- Perda Pembangunan Industri Kota Bontang 2023-2043 Disahkan0
- Pasar Tamrin Masih Sepi, BW Mintah Pemerintah Cari Solusi0
"Sosialisasi tidak maksimal, informasi tidak sampai. Masyarakat jadi bingung," katanya.
Faisal pun meminta pemerintah meningkatkan sosialisasi di tingkat kelurahan atau RT agar masyarakat lebih memahami tujuan dari pelepasan bibit nyamuk Wolbachia. Menurutnya, dengan pemahaman yang baik, pro kontra terhadap program ini dapat diminimalkan.
“Banyak warga yang gak paham. Tidak paham maksud program. Kenapa malah mengembangbiakkan nyamuk. Bukannya mengurangi,” ujar Faisal.
Kebingungan itu pun kata dia karena pemerintah tidak maksimal dalam melakukan sosialisasi. Kendati demikian, Faisal memberikan dukungan penuh terhadap program pelepasan bibit nyamuk Wolbachia di Kota Bontang.
"Program ini memiliki potensi besar dalam mengendalikan penyebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamuk dan meningkatkan kesehatan masyarakat," ujar politisi partai Nasdem itu.
Terpisah, Kepala Dinkes Bontang, drg Toetoek Pribadi Ekowati, mengakui bahwa edukasi kepada masyarakat merupakan bagian integral dari program ini.
Meskipun sempat menuai pro kontra, seperti halnya vaksinasi Covid-19 pada awalnya, diharapkan dengan seiring waktu masyarakat akan semakin memahami dan mendukung program tersebut.
“Itulah tugas kami memberikan edukasi kepada warga, sehingga mereka paham. Agar tercapai mutu kesehatan yang optimal," tandasnya.
Disisi lain, Koordinator Layanan dan Sarana Penelitian Pengembangan dan Pengkajian, Lulu Susanti, menegaskan bahwa sampai saat ini tidak ada kasus atau efek samping dari gigitan nyamuk Wolbachia. la mencatat bahwa uji coba pemakanan nyamuk Woibachia di Yogyakarta menggunakan umpan darah manusia, tanpa menimbulkan dampak negatif.
“Pemberian makan nyamuk Wolbachia dilakukan dengan umpan darah manusia di Yogyakarta, termasuk oleh beberapa tokoh penting. Hasilnya, tidak ada dampak negatif yang muncul. Ini adalah tindakan preventif yang telah terbukti aman," paparnya. (*)










.jpg)
