- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Pasar Tamrin Masih Sepi, BW Mintah Pemerintah Cari Solusi

Keterangan Gambar : Pedagang memilih berjualan diluar pasar Tamrin. (*)
ANALOGNEWS.id, BONTANG - Sepinya pengunjung pasar Taman Rawan Indah (Tamrin) menjadi perhatian DPRD. Pasar yang telah beroperasi beberapa tahun terakhir itu dinilai masih sepi pengunjung.
Hal itu diungkapkan Anggota Komisi II DPRD Kota Bontang, Bakhtiar Wakkang. Dia mengungkapkan keprihatinannya terkait sepinya pembeli di pasar Tamrin sejak tahun 2021.
Dia menyebutkan program pemerintah yang mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk berbelanja di pasar gagal. Program ini kata dia seharusnya efektif dan konsisten untuk mendukung ekonomi pedagang
Baca Lainnya :
- Pemerintah Abai Perbaiki Infrastruktur BK, DPRD Kecewa0
- Ketua DPRD Bontang Imbau ASN Jaga Netralitas di Pemilu 20240
- PT Pupuk Kaltim Mangkir dari Undangan DPRD, Bahas Keluhan Warga Buffer Zone0
- Ketua DPRD Bontang Buka Suara soal Dugaan Pelecehan yang Dilakukan Pimpinan Pompes 0
- Akses Jalan Kampung Wisata BK Belum Diperbaiki, Aco Minta Keseriusan Pemkot0
"Program itu tak konsisten, hanya seremonial saja," ujar Bahktiar Wakkang kemasa wartawan, Selasa (21/11/2023).
Pria yang akrab disapa BW itu juga menyoroti peran Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (DKUKMP) dalam mencari solusi atas permasalahan ini.
Menurut BW, DKUKMP perlu memberikan kontribusi nyata untuk menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun ekonomi pedagang. "OPDnya juga harus menunjukkan keseriusan mengelola. Bukan banyak menarik retribusi, tapi juga memikirkan agar memberi keuangan pada pedagang," ujar dia.
Semantara, Kepala Diskop-UKMP Bontang, Kamilan, menjelaskan bahwa sepinya pembeli di Pasar Rawa Indah disebabkan penyebaran pedagang hingga lantai tiga. Pembeli kesulitan menjangkau lantai tersebut dan menyulitkan proses transaksi.
Kamilan juga mengakui kesulitan dalam menertibkan pedagang yang berada di tepi jalan area pasar. Menurutnya, perubahan kebiasaan ini memerlukan waktu. Sebagai solusi jangka pendek, Kamilan mencadangkan pembangunan dua lift pasar dan meningkatkan kinerja eskalator.
"Pembeli sulit menjangkau jika harus naik lagi ke lantai tiga. Dalam jangka panjang, kami berkomitmen untuk mencari inovasi lain guna meramaikan kembali Pasar Rawa Indah," kata dia. (*)










.jpg)
