- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Proses Pendaftaran OSS Dipaparkan dalam Sosialisasi Perizinan Berbasis Risiko DPM-PTSP Bontang

Keterangan Gambar : Kadis DPM-PTSP Bontang, Aspiannur berfoto bersama peserta Sosialisasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Forum Konsultasi Publik tahun 2024.
ANALOG NEWS - Dalam rangka meningkatkan pemahaman terkait perizinan berbasis risiko, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Bontang menyelenggarakan Sosialisasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Forum Konsultasi Publik tahun 2024.
"Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai perwakilan sektor usaha, pejabat pemerintahan, dan tokoh masyarakat," ungkap Kepala Dinas (Kadis) DPM-PTSP Bontang, Aspiannur.
Wahyu Illahi dari DPM-PTSP Provinsi Kalimantan Timur menjadi salah satu narasumber utama.
Baca Lainnya :
- DPM-PTSP Bontang Gelar Sosialisasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko0
- Penilaian Kinerja DPM-PTSP Bontang, Aspiannur: Demi Peningkatan Pelayanan0
- Verifikasi dan Validasi Penilaian Kinerja PTSP dan PPB0
- Administrasi Izin Apotek DPM-PTSP Bontang Perlu Beberapa Kelengkapan0
- Khusus SPA, Pengusaha Butuh TDUP Khusus DPM-PTSP Bontang0
Dalam paparannya, Wahyu menjelaskan tentang proses pendaftaran perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang kini berbasis risiko.
Sistem OSS memungkinkan pelaku usaha untuk mengajukan perizinan secara lebih efisien dan transparan, sesuai dengan tingkat risiko dari jenis usaha yang dijalankan.
Wahyu menekankan pentingnya pemahaman mendalam mengenai regulasi baru ini agar pelaku usaha dapat mematuhi norma dan standar yang ditetapkan.
"Selain itu, forum ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait berbagai isu perizinan yang mereka hadapi," paparnya.
Aspiannur, Kepala DPM-PTSP Kota Bontang, dalam sambutannya menekankan bahwa transparansi dan kemudahan dalam proses perizinan adalah kunci untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif di Kota Bontang.
Ia juga mengajak semua pihak untuk aktif berpartisipasi dalam forum ini guna meningkatkan kualitas layanan perizinan di kota tersebut.
"Adanya sosialisasi dan forum konsultasi publik ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dapat terjalin lebih baik, menuju Kota Bontang yang lebih maju dan sejahtera," singkatnya. (ADV)










.jpg)
