- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Potensi Pertanian Tak Dimanfaatkan, Samsun: Geregetan

Keterangan Gambar : Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun menyebut banyak potensi dan peluang kekayaan sumber daya alam (SDA) Kaltim yang tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh pemerintah daerah, salah satunya menyangkut lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi pertambangan.
Menurutnya, kondisi saat ini dalam pemanfaatan SDA banyak dilakukan oleh orang luar Kaltim, namun timbal balik untuk daerah justru minim.
“Bicara pertanian ini saya bukannya mengeluh, tapi gregetan. Karena kalau kita lihat, peluang dan potensi yang dimiliki Kaltim luar biasa, lahan kita sangat luas, tapi beralih fungsi semua,” ucap Samsun, Senin (6/2/2023).
Baca Lainnya :
- Ely: Tenaga Kerja Kaltim Minim Ruang dalam Pembangunan IKN0
- Edy Sunardi Ingatkan Ranperda Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan Harus Manfaatan Teknologi0
- Komisi II Soroti Kinerja Perusda0
- Potensi Penambahan PAD dari Pengurangan Emisi Karbon, Sutomo: Kaltim Beruntung0
- Wacana Pembangunan Teras Samarinda Diapresiasi Anggota DPRD Kaltim0
Politikus dari PDIP ini mengaku telah berupaya menyelamatkan kekayaan alam dan lahan pertanian Kaltim dengan membuat Perda tentang perlindungan lahan pertanian berkelanjutan. Namun fakta di lapangan, tetap saja lahan-lahan pertanian diserobot untuk pertambangan.
“DPRD sudah membuat Perda perlindungan lahan pertanian. Regulasi ini sudah kita buatkan, tapi di lapangan nyatanya lahannya terus diserobot sana sini untuk alih fungsi lahan pertanian ke pertambangan. Padahal sudah ada peraturan dan potensi juga ada tapi tidak dimaksimalkan oleh kita sendiri,” katanya.
Kendati demikian, Samsun berharap dengan dibahasnya saat ini mengenai Raperda RTRW Kaltim, maka akan banyak lahan-lahan pertanian yang bisa diselamatkan dari alih fungsi pertambangan.
“Kalau saya lihat alih fungsi lahan ini sudah tidak karuan, tapi lahan kita masih banyak sekali, tinggal pengaturan di RTRW yang baru nanti yang saat ini sedang kami godok, semoga selain potensi juga program pemerintah daerah bisa berjalan. Tinggal bagaimana kita mengelolanya,” pungkasnya. (Ar/An/Adv)










.jpg)
