- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Potensi Penambahan PAD dari Pengurangan Emisi Karbon, Sutomo: Kaltim Beruntung

Keterangan Gambar : Anggota Komisi III DPRD Kaltim Sutomo Jabir
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) disebut menjadi salah satu daerah yang beruntung karena dengan kelestarian lingkungannya membuat adanya potensi penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bersumber dari pengurangan emisi karbon.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim Sutomo Jabir mengungkapkan potensi penambahan dana kinerja Pemprov Kaltim terkait pengurangan emisi karbon menjadi hal yang menarik. Karena akan memicu masyarakat dan pemerintah untuk terus menjaga kelestarian lingkungan.
"Jadi delain bisa menambah pendapatan asli daerah, juga memotivasi masyarakat dan pemerintah terus menjaga kelestarian lingkungan," ucapnya, Jumat (3/2/2023).
Baca Lainnya :
- Wacana Pembangunan Teras Samarinda Diapresiasi Anggota DPRD Kaltim0
- Infrastruktur Minim Sebabkan Banyaknya Desa Tertinggal di Kaltim0
- Masih Ada Wilayah Tak Teraliri Air PDAM di Samarinda, Nidya Listiyono Segera Tindaklanjuti0
- Nidya Listiyono Serap Aspirasi Warga Rawa Makmur Samarinda0
- Warga Keluhkan Pelayanan Puskesmas Bontang Utara Dibatasi 0
Menurutnya, dari pengurangan emisi karbon ini memiliki potensi pendapatan yang cukup besar ke depan. Sehingga perlu diberikan kesadaran dengan seksama untuk menjaga lingkungan.
"Dengan begitu pasokan apa-apa saja yang bisa mengurangi emisi karbon kita ke depan semakin banyak dan memiliki nilai tawar besar dimata dunia internasional," terangnya.
Sebagai informasi, telahbada kesepakatan pembayaran hasil kinerja atas pengurangan emisi di Provinsi Kaltim yang akan dibayarkan oleh World Bank. Pembayaran kinerja yang akan disalurkan melalui Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLK) Kementerian Keuangan ke pelaksana Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) di tingkat nasional dan sub nasional dialokasikan untuk responsibility, performance dan reward sesuai dengan dokumentasi Benefit Sharing Plan (BSP). (Ar/An/Adv)










.jpg)
