- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Ely: Tenaga Kerja Kaltim Minim Ruang dalam Pembangunan IKN

Keterangan Gambar : Anggota Komisi II DPRD Kaltim Ely Hartati Rasyid
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Anggota Komisi II DPRD Kaltim Ely Hartati Rasyid menyayangkan tenaga kerja lokal masih tidak dilibatkan dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Padahal seharusnya pembangunan ini berdampak positif dalam rangka untuk menyejahterakan masyarakat di Kaltim.
“Libatkan lah tenaga kerja kita dalam pembangunan di wilayah IKN. Misalnya, seperti mes di IKN, ini tiba-tiba sudah selesai dibangun," ucap Ely, Kamis (23/2/2023).
Menurutnya masyarakat di Kaltim masih kurang terakomodasi dalam keterlibatan tersebut. Ia mengatakan, Jika kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) berpengaruh pada hal ini maka seharusnya pemerintah bisa memberikan program pelatihan khusus bagi generasi muda.
Baca Lainnya :
- Edy Sunardi Ingatkan Ranperda Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan Harus Manfaatan Teknologi0
- Komisi II Soroti Kinerja Perusda0
- Potensi Penambahan PAD dari Pengurangan Emisi Karbon, Sutomo: Kaltim Beruntung0
- Wacana Pembangunan Teras Samarinda Diapresiasi Anggota DPRD Kaltim0
- Infrastruktur Minim Sebabkan Banyaknya Desa Tertinggal di Kaltim0
"Harusnya beri pelatihan. Khususnya, yang berhubungan dengan peningkatan kemampuan supaya mereka dapat terlibat dalam proyek IKN," ungkapnya.
Oleh sebab itu, Ely mendorong agar warga Kaltim dapat lebih terlibat dan berkontribusi. Sehingga, mereka turut merasakan dampak positif dari hadirnya IKN.
Ely juga meminta pemerintah bisa membuat sebuah program atau pelatihan khusus yang berhubungan dengan peningkatan kualitas SDM tenaga kerja lokal.
"Kita harus memikirkan bagaimana anak-anak Kaltim bisa terlibat dan merasakan hasilnya dari pembangunan IKN,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga diminta perlu melakukan screening, pendataan dan pencanangan regulasi terkait keterlibatan pengusaha lokal Benua Etam dalam IKN. Tujuannya, tidak lain untuk mengetahui dengan rinci partisipasi hingga serapan ekonomi pengusaha lokal.
“Jika perlu buat aturan dalam rangka melibatkan tenaga kerja lokal. Kita atur jumlah perusahaan lokal yang terlibat dalam IKN. Saya ingin kita semua bisa ikut berperan, terlibat dan kebagian hasilnya di IKN ini. Supaya tidak terdengar lagi nada-nada miring soal tenaga kerja,” pungkasnya. (Ar/An/Adv)










.jpg)
