- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Pembangunan Terowongan di Gunung Mangga Dinilai Solusi Kemacetan

Keterangan Gambar : Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Jawad Sirajuddin
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Pembangunan terowongan oleh Pemkot Samarinda di Jalan Otto Iskandardinata Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir tepatnya di kawasan Gunung Mangga disebut sebagai solusi dari kemacetan hingga insiden kecelakaan.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Jawad Sirajuddin mengatakan terowongan tersebut merupakan solusi untuk mengatasi kemacetan mulai dari Jalan Sultan Alimuddin sampai ke Jalan Kakap.
Namun sembari menunggu pengerjaan terowongan serta meminimalisir terjadinya kecelakaan ia yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Samarinda turut mendorong agar ada pembatasan waktu untuk sementara waktu ini dapat dilakukan pemerintah setempat.
Baca Lainnya :
- DPRD Kaltim Soroti Pembangunan ITK 0
- Pansus Investigasi Pertambangan Kaltim Akan Sambangi Polda Kaltim0
- Pansus RTRW Minta Perpanjangan Masa Kerja Tiga Bulan0
- Menyambut IKN, Kukar Diusulkan Jadi Wilayah Pengembangan Kuliner0
- Dewan Kaltim Dorong Pelaksanaan Sertifikasi di Dunia Pendidikan 0
"Sembari menunggu terowongan dalam proses pembangunan, menurut saya pembatasan perlu diadakan, supaya memperkecil kemungkinan yang tidak diinginkan," kata dia, Selasa (7/2/2023).
Jawad menilai insiden tersebut lantaran muatan dari kendaraan tersebut dianggap melebihi kapasitas kekuatan dan tidak menjaga keamaan muatan serta melebihi batas ketentuan yang ada di lintasan tersebut.
"Harusnya untuk kendaraan bermuatan lebih mempertahankan keamanan dirinya dan orang sekitar juga, apalagi dilokasi rawan seperti Gunung Mangga," tutupnya. (Ar/Adv)










.jpg)
