- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Nidya Listiyono Sayangkan Bappeda Kaltim Pesimistis Menyangkut Target APBD 2024

ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Nidya Listiyon menyayangkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim yang pesimistis terhadap target Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim tahun 2024.
Sebab Bappeda dalam rancangan awal rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) memprediksi APBD Kaltim 2024 diprediksi turun dibanding tahun ini, yaitu dari Rp17,2 triliun di tahun 2023 menjadi Rp16,7 triliun.
Merespon terkait dengan prediksi terjadinya penurunan APBD di tahun 2024, Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Nidya Listiyono mendorong Pemprov Kaltim untuk menaikan target tersebut.
Baca Lainnya :
- Ketua Dewan Kaltim Minta Pemprov Prioritaskan Pembangunan Daerah Sekitar IKN0
- Sarkowi Ingatkan Mahasiswa Harus Mengambil Peran dalam Pembangunan IKN Nusantara 0
- Hadirnya IKN di Kaltim Diperkirakan Mempengaruhi Pendapatan Daerah0
- Anggota DPRD Kaltim Bagus Susetyo Dorong Pemprov Bentuk Satgas Pengembangan SDM Lokal0
- Aparat Penegak Hukum Diminta Tegas Menindak Penambangan Batu Bara Ilegal0
"Target APBD 2024 harusnya Rp20 triliun, tidak boleh dibawah itu," ungkap Nidya, Sabtu (18/3/2023).
"Tentu proporsi fiskal Kaltim, harus di atas 50 persen. Kita optimistis bahwa APBD 2024 akan lebih tinggi dari Rp17,2 tahun ini," sambungnya.
Meski begitu, Nidya meyakini angka APBD Rp16,7 persen baru rancangan awal, pihaknya di Komisi II akan intens melakukan pembahasan bersama Bapenda Kaltim, untuk mendongkrak nilai APBD 2024.
"Angka yang disampaikan Bappeda Kaltim kan masih planning, saya harapkan realisasinya nanti di atas Rp20 triliun. Nanti kita bicarakan lagi dengan pihak terkait," pungkasnya.
Sebelumnya, Plt Kepala Bappda Kaltim Yusliando mengatakan APBD 2024 diperkirakan terjadi sedikit penurunan dari APBD 2023. "Ini masih perkiraan kami sekitar Rp16,72 triliun," ucapnya.
Yusliando mengaku, penurunan APBD disebabkan adanya penurunan pendapatan daerah dari berbagai sektor, mulai dari retribusi daerah, DAK non fisik, dan penerimaan pembiayaan.
"Masih dalam perhitungan, diprediksi seiring menuju akhir 2023 dan menuju 2024, APBD Kaltim mungkin saja meningkat," ungkapnya. (Ar/An/Adv)










.jpg)
