- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Lelang Dini Langkah Konkret Antisipasi Silpa

Keterangan Gambar : Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Sutomo Jabir
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Sutomo Jabir menilai dengan dilakukannya pelelangan dini oleh Pemprov Kaltim dapat memaksimalkan penggunaan anggaran agar tidak berujung sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa)
Sutomo mengungkapkan setidaknya belakangan ini diamati proses lelang dini itu mulai berjalan terutama oleh PUPR.
"Beberapa kegiatan diantaranya merupakan bangunan yang sempat tertunda seperti RS Korpri, Gedung Inspektorat, dan Rumah Sakit AWS," ungkap Tomi, Jumat (10/2/2023).
Baca Lainnya :
- Dua Kampus di Kaltim Dapat CSR Dari Perusahaan Tambang0
- Bapemperda DPRD Kaltim Akan Revisi Perda Perlindungan Masyarakat Hukum Adat0
- Perda RZWP3K Akan Melebur Dalam RTRW 0
- Dewan Kaltim Rencanakan Bentuk Posko Pengaduan Masyarakat IKN0
- Angka Pernikahan Usia Dini di Kaltim Tergolong Tinggi0
Selain itu, terdapat juga kegiatan lain yang sudah ditetapkan menjadi program pada 2023 mulai mendapatkan perlakuan yang sama.
"Contohnya Rumah Sakit Kanujoso Balikpapan yang anggarannya Rp 100 miliar juga sudah proses lelang," ungkapnya.
Upaya seperti itu tentu mendapatkan apresiasi sebab dengan lelang dini merupakan salah satu jawaban dari kurang maksimalnya penggunaan anggaran pada 2022 lalu, sehingga ia mengharapkan dalam proses yang ada segala urusan administrasi juga dapat menyesuaikan ritme yang ada.
"Kita berharap dilaksanakan sesuai regulasi yang ada dan dengan lelang dini berarti punya waktu yang cukup untuk menyelesaikan pekerjaan sehingga tidak ada lagi proyek yang terlambat atau mangkrak," tutupnya. (Ar/Adv)










.jpg)
