- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Bangun Identitas Baru, Bontang Siapkan Diri Jadi Kota Pariwisata Hijau

Keterangan Gambar : Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspianur
ANALOGNEWS.id, BONTANG - Kota Bontang memasuki babak baru dalam arah pembangunannya. Setelah puluhan tahun dikenal sebagai kota industri berbasis migas dan kimia, pemerintah kini mulai memutar kemudi untuk menyiapkan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Sektor pariwisata berbasis edukasi dan lingkungan dipilih sebagai motor transformasi tersebut.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menjadi garda terdepan dalam perubahan ini, dengan membuka ruang investasi untuk pengembangan edupark dan wisata bahari ramah lingkungan.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspianur, menyebut perubahan arah pembangunan ini bukan keputusan sesaat, melainkan bagian dari strategi jangka panjang dalam mengurangi ketergantungan ekonomi terhadap industri ekstraktif.
Baca Lainnya :
- Dorong Nilai Tambah Daerah, DPMPTSP Kawal Penuh Investasi Pabrik Sabun di Bontang Lestari0
- DPMPTSP Bontang Perkuat Reformasi Perizinan Lewat 35 Standar Pelayanan Baru0
- Fitur OSS-RBA Bermasalah, Perizinan Usaha di Daerah Tersendat0
- DPMPTSP Bontang Wajibkan Perusahaan Besar Bermitra dengan UMKM0
- Bontang Utara Mendominasi Investasi Serap Hingga Rp785,97 miliar atau 95 Persen0
“Ini momentum penting untuk masa depan Bontang. Kita bergerak menuju kota yang lebih hijau, inklusif, dan penuh peluang ekonomi baru,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).
Edupark menjadi salah satu konsep unggulan dalam rencana transformasi tersebut. Tidak sekadar tempat rekreasi, edupark didesain sebagai ruang pembelajaran lingkungan, pusat kreativitas, dan wahana wisata keluarga.
Konsep ini selaras dengan RUPM 2025–2035 yang menempatkan pariwisata edukatif sebagai sektor prioritas untuk pertumbuhan ekonomi baru Bontang.
Selain edupark, pesisir dan pulau-pulau kecil Bontang menjadi fokus pengembangan wisata bahari berkelanjutan. Pemerintah menilai kekayaan alam pesisir yang selama ini terbatas pada wisata lokal, kini layak didorong menjadi destinasi kelas nasional.
Beberapa destinasi yang masuk prioritas pengembangan antara lain:
1. Hutan Mangrove Bontang Kuala – dilengkapi skybridge, galeri konservasi, dan eco-café.
2. Pulau Beras Basah – ikon wisata dengan resort ramah lingkungan dan garis pantai pasir putih.
3. Pulau Tihi-Tihi – kawasan snorkeling dan konservasi terumbu karang.
4. Desa Wisata Malahing & Bontang Kuala – dikembangkan dengan konsep floating homestay, kuiner laut, dan kerajinan lokal.
Seluruh potensi ini direncanakan dibalut dengan narasi pariwisata hijau yang mengutamakan edukasi dan konservasi alam.
Aspianur menegaskan bahwa pemerintah daerah menginginkan investor yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan.
“Kami memastikan iklim investasi dibuat lebih ramah dan efisien. Yang dibangun bukan sekadar destinasi, tapi masa depan Bontang,” jelasnya.
Posisi Bontang yang hanya beberapa jam dari Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai menjadi peluang emas. Pemerintah meyakini bahwa arus wisatawan yang datang ke IKN akan mencari destinasi alternatif yang menawarkan pengalaman alam, edukasi, dan konservasi—konsep yang sangat cocok dengan karakter Bontang.
Melalui pengembangan edupark dan wisata bahari, Bontang tidak hanya menambah objek wisata, tetapi juga mengukuhkan identitas baru: kota hijau, kreatif, dan berkelanjutan.
“Bontang pasti siap. Yang terpenting, setiap investasi tetap berpihak pada edukasi dan lingkungan,” tukasnya. (Adv)










.jpg)
