- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Antrean Panjang di SPBU Kembali Dikeluhkan, DPRD Minta Polisi Bertindak

ANALOGNEWS.id, BONTANG - DPRD Bontang minta kepolisian mengambil tindakan konkrit dalam mengatasi masalah antrian panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Anggota Komisi II DPRD Bontang, Nursalam mengatakan, antrean di SPBU dikeluhkan banyak masyarakat. Dia bilang, kendaraan yang mengantre di SPBU mengganggu pengendara lain yang melintas. Sebab, mengambil hampir setengah badan jalan saat mengantre.
"Apalgi di jam kerja. Antrian kendaraan yang membuat pelajar SMA Negeri 3 mengalami kemacetan panjang dan kesulrtan untuk mencapai sekolah," ungkap Nursalam, Senin (4/12/2023).
Baca Lainnya :
- Pelayanan Faskes Kurang, Pasien Harus Antre Lama Saat Berobat0
- Tak Sepadan Harga Material, Anggaran Bedah Rumah Dinilai Kecil0
- DPRD Soroti Peningkatan KAsus HIV/AIDS, Capaian Ratusan Kasus pada Agustus lalu0
- Raking Kecewa, Tak Setuju Kenaikan Biaya Haji0
- Erau Adat Pelas, Ketua DPRD Sebut Punya Potensi Menarik Wisatawan0
Menurut Nursalam, kondisi tersebut semakin memburuk karena sebagian besar SPBU berlokasi di pusat kota, menyebabkan berbagai masalah lalu lintas. Keadaan yang serupa juga terjadi di SPBU Kilometer 6, di mana antrian mencapai lampu merah perempatan Yabis dan mengakibatkan pelajar di kawasan itu terjebak kemacetan di pagi hari.
Dia juga menyebut ada oknum yang melakukan pengisian kendaraannya berulang dengan mengganti plat nomor polisi. Perilaku ini meresahkan masyarakat. "Kuat dugaan ini menjadi pemicu antrean panjang di sekitaran SPBU," ujarnya.
Menaggapi hal itu, Kasatlantas Polres Bontang, AKP Djauhari, mengatakan pihaknya telah menurunkan personel untuk menertibkan dan mengatur antrian kendaraan. Sementara itu, terkart pengisian ulang dengan mengganti nomor plat kendaraan, dia bilang patroli rutin tengah dilakukan untuk mengawasi perilaku itu.
“Ketika mendapat informasi, saya beserta personel lainnya turun memberikan edukasi kepada para sopir agar tidak menghalangi jalan utama. Untuk yang nakal mengantri berulang, bulan lalu kami berhasil menangkap seorang sopir bersama operator dan pengawas SPBU karena penyalahgunaan BBM ini," bebernya. (*)










.jpg)
