- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Pelayanan Faskes Kurang, Pasien Harus Antre Lama Saat Berobat

ANALOGNEWS.id, BONTANG - Masyarakat kembali mengeluhkan atrean panjang di Fasilitisa Kesehatan (Faskes) pemerintah. Antrean oanjang terjadi di bagian pendaftaran pasien yang ingin melakukan pemeriksaan dan pengobatan.
Anggota DPRD Bontang Abdul Haris mengatakan, antrean panjang di faskes pemerintah itu dikeluhkan masyarakat. Masyarakat yang hendak melakukan pemeriksaan dan pengobatan harus menangtre panjang di bagian pendaftaran.
"Pemerintah harus segera menindaklanjuti keluhan ini. Kasian orang sakit harus antre lama untuk berobat," kata Abdul Haris dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin (04/12/2023)
Baca Lainnya :
- Tak Sepadan Harga Material, Anggaran Bedah Rumah Dinilai Kecil0
- DPRD Soroti Peningkatan KAsus HIV/AIDS, Capaian Ratusan Kasus pada Agustus lalu0
- Raking Kecewa, Tak Setuju Kenaikan Biaya Haji0
- Erau Adat Pelas, Ketua DPRD Sebut Punya Potensi Menarik Wisatawan0
- Dewan Nilai Kenaikan UMK Bontang Kecil, Tak Sesuai Taraf Hidup0
Abdul Haris mengatakan, pemerintah harus mencari formulasi agar proses pendaftaran pasien yang hendak berobat dapat dipercepat. "Masa orang sakit harus antre lama untuk berobat," ujarnya.
Menurutnya, tidak ada efisiensi waktu untuk melakukan pemeriksaan di faskes. Bahkan, hanya untuk mendaftar pun butuh waktu yang lama, apalagi yang mendapatkan nomor antrean "Ngantri untuk daftar aja lama sekali, habis daftar nunggu lagi satu jam lebih untuk masuk ke ruang pemeriksaan," ujarnya.
Dia pun mendorong pemanfaatkan aplikasi JKN Mobile untuk mengurangi antrean di faskes Bontang. Dia bilang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang dapat gencar dalam melakukan sosialisasi terkait JKN Mobile, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mendapat nomor antrian melalui JKN.
"Dengan begitu masyarakat tidak perlu lagi menghabiskan waktu lama untuk mendaftar, serta lebih mudah melakukan konsultasi, registrasi, dan mendapatkan informasi mengenai riwayat kesehatan serta histori pelayanan," beber Abdul Haris.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Bontang, Hamid, mengakui bahwa sosialisasi terhadap aplikasi kesehatan ini belum optimal. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya bersarna dengan BPJS akan mengoptimaikan penggunaan dan sosialisasi JKN Mobile untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat.
Hamid juga menjelaskan bahwa pihaknya secara rutin melakukan evaluasi setiap bulan untuk memperbarui data pengguna aplikasi tersebut di Kota Bontang. Harapannya, melalui langkah-langkah ini, pelayanan kesehatan dapat menjadi lebih efisien dan memuaskan bagi masyarakat.
“Kami bersama pihak BPJS akan menggaunkan dan mensosialisasikan secara maksimal JKN Mobile untuk kenyamanan masyarakat,” ujarnya. (*)










.jpg)
