- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Pelayanan Faskes Kurang, Pasien Harus Antre Lama Saat Berobat

ANALOGNEWS.id, BONTANG - Masyarakat kembali mengeluhkan atrean panjang di Fasilitisa Kesehatan (Faskes) pemerintah. Antrean oanjang terjadi di bagian pendaftaran pasien yang ingin melakukan pemeriksaan dan pengobatan.
Anggota DPRD Bontang Abdul Haris mengatakan, antrean panjang di faskes pemerintah itu dikeluhkan masyarakat. Masyarakat yang hendak melakukan pemeriksaan dan pengobatan harus menangtre panjang di bagian pendaftaran.
"Pemerintah harus segera menindaklanjuti keluhan ini. Kasian orang sakit harus antre lama untuk berobat," kata Abdul Haris dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin (04/12/2023)
Baca Lainnya :
- Tak Sepadan Harga Material, Anggaran Bedah Rumah Dinilai Kecil0
- DPRD Soroti Peningkatan KAsus HIV/AIDS, Capaian Ratusan Kasus pada Agustus lalu0
- Raking Kecewa, Tak Setuju Kenaikan Biaya Haji0
- Erau Adat Pelas, Ketua DPRD Sebut Punya Potensi Menarik Wisatawan0
- Dewan Nilai Kenaikan UMK Bontang Kecil, Tak Sesuai Taraf Hidup0
Abdul Haris mengatakan, pemerintah harus mencari formulasi agar proses pendaftaran pasien yang hendak berobat dapat dipercepat. "Masa orang sakit harus antre lama untuk berobat," ujarnya.
Menurutnya, tidak ada efisiensi waktu untuk melakukan pemeriksaan di faskes. Bahkan, hanya untuk mendaftar pun butuh waktu yang lama, apalagi yang mendapatkan nomor antrean "Ngantri untuk daftar aja lama sekali, habis daftar nunggu lagi satu jam lebih untuk masuk ke ruang pemeriksaan," ujarnya.
Dia pun mendorong pemanfaatkan aplikasi JKN Mobile untuk mengurangi antrean di faskes Bontang. Dia bilang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang dapat gencar dalam melakukan sosialisasi terkait JKN Mobile, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mendapat nomor antrian melalui JKN.
"Dengan begitu masyarakat tidak perlu lagi menghabiskan waktu lama untuk mendaftar, serta lebih mudah melakukan konsultasi, registrasi, dan mendapatkan informasi mengenai riwayat kesehatan serta histori pelayanan," beber Abdul Haris.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Bontang, Hamid, mengakui bahwa sosialisasi terhadap aplikasi kesehatan ini belum optimal. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya bersarna dengan BPJS akan mengoptimaikan penggunaan dan sosialisasi JKN Mobile untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat.
Hamid juga menjelaskan bahwa pihaknya secara rutin melakukan evaluasi setiap bulan untuk memperbarui data pengguna aplikasi tersebut di Kota Bontang. Harapannya, melalui langkah-langkah ini, pelayanan kesehatan dapat menjadi lebih efisien dan memuaskan bagi masyarakat.
“Kami bersama pihak BPJS akan menggaunkan dan mensosialisasikan secara maksimal JKN Mobile untuk kenyamanan masyarakat,” ujarnya. (*)










.jpg)
