- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Tak Sepadan Harga Material, Anggaran Bedah Rumah Dinilai Kecil

ANALOGNEWS.id, BONTANG - DPRD Bontang menyoroti program bedah rumah yang dilakukan pemerintah untuk membantu masyrakat kurang mampu di Kota Bontang.
Anggaran yang digunakan untuk melakukan bedah rumah dinilai kecil. Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Kota Bontang, Faizal. Dia bilang, nilai bedah rumah tak sebanding dengan harga material di Kota Bontang.
Dirinya meminta adanya kenaikan anggaran untuk program bedah rumah, sebab harga material bangunan juga mengalami kenaikan.
Baca Lainnya :
- DPRD Soroti Peningkatan KAsus HIV/AIDS, Capaian Ratusan Kasus pada Agustus lalu0
- Raking Kecewa, Tak Setuju Kenaikan Biaya Haji0
- Erau Adat Pelas, Ketua DPRD Sebut Punya Potensi Menarik Wisatawan0
- Dewan Nilai Kenaikan UMK Bontang Kecil, Tak Sesuai Taraf Hidup0
- Percepat Pembentukan Perda, Fokus Susun Raperda Sesuai Prioritas0
Anggaran yang disiapkan pemerintah per satu rumah senilai Rp20 juta. Menurut Faisal, dana tersebut tidak cukup untuk pembangunan sebuah rumah yang layak.
"Harusnya saat penetapan anggaran tersebut, sebelumnya ditinjau dulu mengenai harga material yang terbaru, bukan menggunakan hargaharga lama," kata Faisal beberapa waktu lalu.
Dia menyebut dana anggaran tersebut tidak relevan dengan harga material bangunan saat ini. Karena, itu menjadi aspek utama untuk membuat suatu rumah, tidak boleh ada bahan yang dikurangi.
Politisi partai Nasdem itu menyampaiakn, seharusnya anggaran bedah rumah naik menjadi Rp 50 Juta atau Rp 55 juta per rumah. Nilai itu dia anggap baru sepadam untuk membedah satu rumah. Untuk itu, dia mendorong revisi perwali, sebab angka Rp20 juta disebutkan dalam perwali.
Angka tersebut dirasa cukup untuk mengcover harga keseluruhan mulai dari tukan hingga bahan-bahan bangunannya.
“Bahkan dana yang saya tawarkan ini bisa saja ditingkatkan ke nominal yang lebih besar, yang pasti saya ingin perwali mengenai anggaran bedah rumah tersebut diubah," kata Faisal. (*)










.jpg)
