- Turnamen Voli Putri Bontang Jadi Wadah Pemberdayaan Perempuan dan UMKM
- Kapal Fiber dan Jaring Gillnet Disiapkan, DKP3 Bontang Dorong Produktivitas KUB Nelayan
- DKP3 Perkuat Pengawasan Distribusi MBG, Pastikan Makanan Aman hingga Diterima Siswa
- Pemkot Serahkan Penanganan Sengketa Kapal Roro ke Kejaksaan, Neni: Itu Aset Pemerintah
- DKP3 Dorong Produktivitas Peternakan, Bantuan Kambing dan Pakan Difokuskan untuk Pengembangan Ternak
- DKP3 Libatkan Lintas OPD Susun FSVA 2026, Data Ketahanan Pangan Tiap Kelurahan Diverifikasi
- Libatkan Pelajar dalam Perintis Anti Narkoba, Wali Kota Bontang Pastian Pengurus Bebas Narkoba
- DKP3 Gandeng Universitas Brawijaya Kembangkan BONTAMI, Perkuat Hilirisasi Rumput Laut Bontang
- DP3AKB Bontang Sosialisasikan Aplikasi Si SAKA, Permudah Masyarakat Laporkan Dugaan Kekerasan
- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
Usulan Pemberlakuan Jam Malam Bagi Pelajar, Begini Kata Novan

Keterangan Gambar : Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie. (Foto : Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie, akan mengkaji penerapan jam malam bagi pelajar untuk mencegah dampak negatif dari kebiasaan nongkrong hingga larut malam. Dirinya khawatir aktivitas tersebut berpotensi menimbulkan masalah dan perlu diantisipasi.
Tak hanya itu, akibat lingkungan yang tidak sehat bagi para pelajar menyebabkan banyak kasus dari kalangan anak muda di Kota Samarinda.
"Mungkin belum kearah sana (pemerlakuan jam malam), karena belum ada yang cukup darurat. Tapi akan dikaji agar ada langkah antisipasi," jelasnya.
Baca Lainnya :
- Samarinda Darurat Perundungan, DPRD Minta Tindakan Tegas0
- PKG di Samarinda Tak Masimal, Novan : Kurangnya Informasi Jadi Penyebabnya 0
- Pengawasan Lapas Samarinda Dipertanyakan, Ada Napi Kendalikan Narkoba dari Lapas0
- Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Koperasi NU Mart0
- Reses di Lok Bahu, Muis Serap Aspirasi Ratusan Warga0
Novan sapaan akrabnya, menekankan peran penting orang tua dan lingkungan rumah dalam mencegah anak-anak berkeliaran hingga larut malam.
Dirinya menjelaskan bahwa komunikasi yang baik antara orang tua dan anak diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelajar akan bahaya di luar rumah pada malam hari.
"Kembali kepada orang tua itu sendiri, jika anaknya sudah di luar jam normal maka harus diingatkan," kata Novan.
Lebih lanjuta kata dia, saat ini, pendekatan persuasif masih digunakan untuk mencegah kenakalan remaja, khususnya pelajar yang sering nongkrong hingga larut malam.
Sebab, harus ada kajian mendalam penyebab melakukan pendekatan untuk mengetahui apa yang penyebab terjadinya kenakalan dikalangan remaja.
"Jadi kita tidak boleh memvonis begitu saja, harus ada pendekatan dan mengetahui apa masalah pada remaja tersebut," tukasnya. (ARD/Adv/DPRDSamarinda)










.jpg)
