- Turnamen Voli Putri Bontang Jadi Wadah Pemberdayaan Perempuan dan UMKM
- Kapal Fiber dan Jaring Gillnet Disiapkan, DKP3 Bontang Dorong Produktivitas KUB Nelayan
- DKP3 Perkuat Pengawasan Distribusi MBG, Pastikan Makanan Aman hingga Diterima Siswa
- Pemkot Serahkan Penanganan Sengketa Kapal Roro ke Kejaksaan, Neni: Itu Aset Pemerintah
- DKP3 Dorong Produktivitas Peternakan, Bantuan Kambing dan Pakan Difokuskan untuk Pengembangan Ternak
- DKP3 Libatkan Lintas OPD Susun FSVA 2026, Data Ketahanan Pangan Tiap Kelurahan Diverifikasi
- Libatkan Pelajar dalam Perintis Anti Narkoba, Wali Kota Bontang Pastian Pengurus Bebas Narkoba
- DKP3 Gandeng Universitas Brawijaya Kembangkan BONTAMI, Perkuat Hilirisasi Rumput Laut Bontang
- DP3AKB Bontang Sosialisasikan Aplikasi Si SAKA, Permudah Masyarakat Laporkan Dugaan Kekerasan
- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
PKG di Samarinda Tak Masimal, Novan : Kurangnya Informasi Jadi Penyebabnya

Keterangan Gambar : Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie. (Foto : Ist)
EXPRESI.co, SAMARINDA - Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Samarinda belum dimanfaatkan secara maksimal, terlihat dari rendahnya partisipasi warga. Padahal, program dari pemerintah pusat ini sangat bermanfaat bagi masyarakat.
Menaggapi hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Novan Syahronny Pasie, menyayangkan rendahnya antusiasme warga terhadap layanan pemeriksaan kesehatan yang diberikan secara cuma-cuma.
"Baru 700 orang yang ikut program skrining kesehatan gratis ini, jauh dari target 10% penduduk Samarinda," ungkap Novan.
Baca Lainnya :
- Pengawasan Lapas Samarinda Dipertanyakan, Ada Napi Kendalikan Narkoba dari Lapas0
- Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Koperasi NU Mart0
- Reses di Lok Bahu, Muis Serap Aspirasi Ratusan Warga0
- Pasar Subuh Ditutup, Samri Shaputra Jelaskan Alasannya0
- Pasar Pagi Samarinda, Ikon Baru dengan Konsep Modern0
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, baru sekitar 774 orang yang memanfaatkan layanan ini sejak dimulai pada 15 April lalu.
Novan mengatakan bahwa rendahnya partisipasi dalam program PKG disebabkan oleh kurangnya informasi mengenai program dan proses pendaftaran online.
“Jangan takut antre. Ini beda dari pelayanan biasa. Tapi ini perlu dilakukan edukasi lagi kepada warga. Di sinilah peran penting dari RT, dasawisma, dan PKK,” jelasnya.
Dirinya berharap partisipasi warga dalam program PKG dapat meningkat setidaknya 40%, mengingat layanan tersedia di 26 puskesmas tanpa batasan domisili.
“Fasilitas ini harus dimanfaatkan oleh warga. Jangan sampai tunggu sakit dulu baru mau periksa,” tukasnya. (ARD/Adv/DPRDSamarinda)










.jpg)
