- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Tudingan Terhadap Pj Gubernur Soal Pengelolaan Anggaran Stunting Ditanggapi Rektor Unimaju
Pemprov Sulbar

Keterangan Gambar : Sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mamuju gelar unjuk rasa beberapa waktu lalu.
ANALOG NEWS - Polemik terkait Flyer yang mengatasnamakan Alumni dan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mamuju terkait isu adanya anggaran sebesar Rp2 Miliar melalui MoU Antara Pemprov Sulbar dan Unimaju tidaklah benar.
Hal itu diklarifikasi langsung oleh Rektor Unimaju Muh. Tahir yang ditembuskan ke Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Sulbar melalui Press Release dari Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Mamuju, per tanggal 1 Januari 2024, ditandatangani langsung oleh Rektor Unimaju Muh. Tahir.
Berikut Isi Press Release:
Baca Lainnya :
- Dua Pengedar Narkoba di Kaltim Ditangkap Polisi Saat Transaksi0
- Galak Bontang Mawil Selatan Gelar Aksi Galang Dana Bantu Korban Kebakaran Pisangan0
- Hujan Semalaman, Sejumlah Ruas Jalan di Bontang Terendam Banjir0
- Korlap dan Jubir Aksi Demo Pupuk Kaltim Dilaporkan ke Polisi0
- Tuntutan Tak Direspon, Demo Pupuk Kaltim Jilid III Siap Digelar 0
Terkait Beredarnya Flyer yang mengatasnamakan Alumni dan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mamuju. Serta beredamya berita di berbagai media terkait hal tersebut, maka dengan ini Rektor Universitas Muhammadiyah Mamuju Menyampaikan beberapa Hal:
1. Bahwa adanya bantuan dari Dinas Kesehatan Pemprov Sulawesi Barat terkait penanganan staunting sejumlah 2 Miliar ke Universitas Muhammadiyan Mamuju adalah tidak benar.
2. Tidak benar bahwa Pj Gubernur Sulawesi Barat Mempermainkan dan Menjual Kampus Universitas Muhammadiyah Mamuju sebagai Jualan Proyek penanganan Stunting.
3. Tidak benar adanya bahwa Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat telah mencaplok nama Universitas Muhammadiyah Mamuju dalam Program Penanganan Stunting.
4. Bahwa dalam Penanganan Stunting, belum pernah ada MOU antara Universitas Muhammadiyah Mamuju dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. (adv)










.jpg)
