- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Soroti RSUD AW Syahranie, Komisi IV DPRD Kaltim Sinyalir Banyak Persoalan Tak Selesai

Keterangan Gambar : Foto : Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Akhmed Reza Fachlevi. (Ar)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Syahranie dikabarkan ada banyak persoalan yang perlu diperhatikan, mulai dari peningkatan pelayanan masyarakat hingga sejumlah persoalan yang tengah bergulir mengenai utang dengan beberapa pihak.
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Reza Fachlevi mengatakan pada Senin (22/8/2022) lalu, ia telah memanggil beberapa pihak terkait untuk membahas sejumlah persoalan tersebut.
Politisi asal Partai Gerindra ini mengungkapkan setidaknya unit kesehatan itu memiliki piutang dengan Unit Donor Darah (UDD) di Palang Merah Indonesia (PMI) yang sebesar Rp 899 juta dari yang awalnya Rp 4 miliar, adapula piutang.
Baca Lainnya :
- Gedung Pandurata RSUD AW Syahranie Potensi Tak Selesai di 20220
- DPRD Katim Berencana Bentuk Pansus Pembahas Raperda Perubahan RTRW 2022-20240
- Ismail Bolong Mengaku Setor ke Petinggi Polri Terkait Pengamanan Tambang Ilegal di Kaltim0
- Hujan Semalaman, Sejumlah Ruas Jalan di Bontang Terendam Banjir0
- Pengedar Sabu Di Berbas, Bontang Kembali Ditangkap Polisi0
"Ada juga hutang dengan pihak lain sebesar Rp 140 miliar sudah terbayarkan sebagian, sisa Rp 80 miliar kita harapkan untuk selanjutnya tidak ada lagi hutang baik mengenai obat maupun hal lainnya," ungkap Reza Selasa (23/8/2022).
Selain itu mengenai progres kegiatan fisik pembangunan di RSUD AW Syahrani yaitu tepatnya Gedung Pandurata yang akan dikerjakan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang saat ini masih belum terlaksana lantaran proses lelang yang lambat.
"Mengenai itu kabarnya kami terima sudah lelang tapi belum berjalan kegiatannya, itu yang juga kami tanyakan," jelasnya. (Ar/ADV/DPRDKaltim)










.jpg)
