- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Gedung Pandurata RSUD AW Syahranie Potensi Tak Selesai di 2022

Keterangan Gambar : Foto : Anggota Komisi III DPRD Kaltim H Baba (Ar)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Pembangunan Gedung Pandurata di RSUD AW Syahranie, Samarinda yang dikerjakan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berpotensi tak selesai di tahun 2022 ini.
Penyebab terlambatnya prosesi pembangunan gedung Pandurata ini disinyalir akibat terlambatnya proses lelang di Biro Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Setdaprov Kaltim.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim H Baba mengatakan rencana kegiatan pembangunan gedung 100 persen dialokasikan Rp 158 miliar dengan spesifikasi 8 lantai bertingkat. Sayangnya melihat masa pengerjaan yang tak memungkinkan maka sempat dilakukan evaluasi sehingga alokasi anggaran serta perencanaannya dikurangi menjadi Rp 90 miliar dengan spesifikasi 6 lantai.
Baca Lainnya :
- DPRD Katim Berencana Bentuk Pansus Pembahas Raperda Perubahan RTRW 2022-20240
- Ismail Bolong Mengaku Setor ke Petinggi Polri Terkait Pengamanan Tambang Ilegal di Kaltim0
- Hujan Semalaman, Sejumlah Ruas Jalan di Bontang Terendam Banjir0
- Pengedar Sabu Di Berbas, Bontang Kembali Ditangkap Polisi0
- 487 Peserta Mengikuti Seminar Nasional K3 yang Digelar Prodi Teknik Industri Unmul Kerjasama PEI 0
"Dievaluasi itu dikerjakan saja dulu 6 lantai kemudian nantinya akan dilanjutkan hingga pada perencanaan 100 persen," terang H Baba, Selasa (23/8/2022).
Melihat kurun waktu yang ada, Politikus PDI Perjuangan ini pesimis jika hal itu tetap dipaksakan untuk dapat dikerjakan pada tahun ini.
"Idealnya pengerjaan dilakukan pada tahun anggaran 2023, lantaran dikhawatirkan berpotensi menjadi proyek mangkrak," jelasnya. (Ar/ADV/DPRDKaltim)










.jpg)
