- Cegah Karhutla Meluas, Neni Tegaskan Warga Dilarang Bakar Lahan
- Karhutla Bontang Melonjak, AH : 26 Titik Terbakar Capai 25 Hektare
- Neni Soroti Parkir Tepi Jalan, Pemkot Bontang Siapkan Sistem Digital untuk Tekan Kebocoran PAD
- Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Bontang Berlangsung Khidmat
- Neni Minta Bontang Kuala Dijaga sebagai Kawasan Wisata dan Ruang Publik
- Kirab Bendera Merah Putih di Bontang Kuala, Wali Kota Ajak Warga Perkuat Gotong Royong
- Agus Haris Dorong Kementerian Cek Kajian Rute Laut untuk Perkuat Logistik Bontang
- Usai Keluhan MBG, Pemkot Bontang Bedah Proses Produksi Dua SPPG
- Sidak SPPG Bontang Selatan 5, Agus Haris Minta Kepala Dapur Tak Hanya Andalkan CCTV
- Turnamen Voli Putri Bontang Jadi Wadah Pemberdayaan Perempuan dan UMKM
Sidak SPPG Bontang Selatan 5, Agus Haris Minta Kepala Dapur Tak Hanya Andalkan CCTV
.jpg)
Keterangan Gambar : Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris saat inspeksi mendadak (sidak) di dapur SPPG Berbas Tengah 3
Analognews.id, BONTANG - Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris meminta pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Selatan 5 memperketat pengawasan sejak bahan baku tiba hingga makanan siap didistribusikan. Hal itu disampaikannya setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dapur SPPG Berbas Tengah 3, Jalan Gajah Mada, Selasa (11/8/2026).
Sidak dilakukan menyusul sejumlah siswa SMP Vidatra mengalami mual hingga muntah setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Agus Haris mengatakan, pengawasan tidak boleh hanya dilakukan setelah bahan masuk ke dapur. Tahap penerimaan menjadi bagian penting yang harus diperhatikan karena kualitas bahan baku turut menentukan keamanan makanan yang diproduksi.
Baca Lainnya :
- Turnamen Voli Putri Bontang Jadi Wadah Pemberdayaan Perempuan dan UMKM0
- Kapal Fiber dan Jaring Gillnet Disiapkan, DKP3 Bontang Dorong Produktivitas KUB Nelayan0
- DKP3 Perkuat Pengawasan Distribusi MBG, Pastikan Makanan Aman hingga Diterima Siswa0
- Pemkot Serahkan Penanganan Sengketa Kapal Roro ke Kejaksaan, Neni: Itu Aset Pemerintah0
- DKP3 Dorong Produktivitas Peternakan, Bantuan Kambing dan Pakan Difokuskan untuk Pengembangan Ternak0
Menurutnya, setiap bahan yang datang perlu diperiksa secara cermat sebelum masuk ke proses pengolahan. Pemeriksaan tersebut termasuk memastikan kondisi buah, daging ayam maupun bahan lainnya dalam keadaan layak digunakan.
“Jangan sampai kita hanya melihat kebersihan dapurnya, tetapi bahan yang masuk tidak diperiksa dengan baik. Semua bahan harus dipastikan kondisinya sebelum diproses,” ujar pria yang akrab disapa AH.
Dalam kunjungan tersebut, ia juga menemukan ruang penerimaan bahan baku masih relatif terbatas untuk melayani produksi hingga sekitar 2.000 porsi. Kondisi tersebut dinilai dapat menyulitkan proses pemeriksaan, pencatatan dan penataan bahan yang baru tiba.
“Kalau jumlah yang dilayani sampai 2.000 orang, ruang penerimaan seperti ini masih kurang ideal. Harus ada ruang yang cukup untuk menempatkan sekaligus memeriksa bahan sebelum masuk ke tahapan berikutnya,” ujarnya.
AH turut meminta pengelola memperbaiki tempat penyimpanan bahan kering. Permukaan plywood yang digunakan dinilai perlu diberi lapisan tambahan agar lebih mudah dijaga kebersihannya dan tidak menjadi tempat menumpuknya debu.
Sementara itu, untuk proses pengolahan di dalam dapur, Agus menilai tahapan memasak hingga pengeringan secara umum telah berjalan sesuai standar. Perhatian lebih besar, kata dia, perlu diberikan pada titik awal ketika bahan diterima.
Karena itu, ia mengingatkan kepala SPPG untuk turun langsung melakukan pengawasan dan tidak menyerahkan pemantauan sepenuhnya kepada sistem kamera pengawas.
“CCTV itu hanya alat bantu. Kepala dapur tetap harus tahu dan melihat langsung bahan yang datang, bagaimana prosesnya berjalan, sampai makanan itu selesai dan siap dibagikan,” tegasnya.
Selain mengevaluasi keamanan pangan, Agus meminta program MBG juga memiliki indikator yang dapat menunjukkan manfaatnya bagi penerima. Program tersebut diharapkan tidak sekadar memenuhi kebutuhan makan harian, tetapi memberikan dampak terhadap kondisi dan pertumbuhan anak.
Ia menilai perubahan pola makan anak setelah mendapatkan MBG secara rutin perlu menjadi bagian dari evaluasi program, termasuk melihat perkembangan kondisi fisik penerima manfaat.
“Program ini harus kelihatan manfaatnya. Kalau sebelumnya pola makan anak tidak teratur, setelah mendapatkan makanan secara rutin tentu harus ada perubahan yang bisa kita ukur,” pungkasnya.










.jpg)
