Sidak SPPG Bontang Selatan 5, Agus Haris Minta Kepala Dapur Tak Hanya Andalkan CCTV

By Redaksi 11 Agu 2026, 17:50:09 WIB Pemkot Bontang
Sidak SPPG Bontang Selatan 5, Agus Haris Minta Kepala Dapur Tak Hanya Andalkan CCTV

Keterangan Gambar : Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris saat inspeksi mendadak (sidak) di dapur SPPG Berbas Tengah 3


Analognews.id, BONTANG - Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris meminta pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Selatan 5 memperketat pengawasan sejak bahan baku tiba hingga makanan siap didistribusikan. Hal itu disampaikannya setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dapur SPPG Berbas Tengah 3, Jalan Gajah Mada, Selasa (11/8/2026).

Sidak dilakukan menyusul sejumlah siswa SMP Vidatra mengalami mual hingga muntah setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Agus Haris mengatakan, pengawasan tidak boleh hanya dilakukan setelah bahan masuk ke dapur. Tahap penerimaan menjadi bagian penting yang harus diperhatikan karena kualitas bahan baku turut menentukan keamanan makanan yang diproduksi.

Baca Lainnya :

Menurutnya, setiap bahan yang datang perlu diperiksa secara cermat sebelum masuk ke proses pengolahan. Pemeriksaan tersebut termasuk memastikan kondisi buah, daging ayam maupun bahan lainnya dalam keadaan layak digunakan.

“Jangan sampai kita hanya melihat kebersihan dapurnya, tetapi bahan yang masuk tidak diperiksa dengan baik. Semua bahan harus dipastikan kondisinya sebelum diproses,” ujar pria yang akrab disapa AH.

Dalam kunjungan tersebut, ia juga menemukan ruang penerimaan bahan baku masih relatif terbatas untuk melayani produksi hingga sekitar 2.000 porsi. Kondisi tersebut dinilai dapat menyulitkan proses pemeriksaan, pencatatan dan penataan bahan yang baru tiba.

“Kalau jumlah yang dilayani sampai 2.000 orang, ruang penerimaan seperti ini masih kurang ideal. Harus ada ruang yang cukup untuk menempatkan sekaligus memeriksa bahan sebelum masuk ke tahapan berikutnya,” ujarnya.

AH turut meminta pengelola memperbaiki tempat penyimpanan bahan kering. Permukaan plywood yang digunakan dinilai perlu diberi lapisan tambahan agar lebih mudah dijaga kebersihannya dan tidak menjadi tempat menumpuknya debu.

Sementara itu, untuk proses pengolahan di dalam dapur, Agus menilai tahapan memasak hingga pengeringan secara umum telah berjalan sesuai standar. Perhatian lebih besar, kata dia, perlu diberikan pada titik awal ketika bahan diterima.

Karena itu, ia mengingatkan kepala SPPG untuk turun langsung melakukan pengawasan dan tidak menyerahkan pemantauan sepenuhnya kepada sistem kamera pengawas.

“CCTV itu hanya alat bantu. Kepala dapur tetap harus tahu dan melihat langsung bahan yang datang, bagaimana prosesnya berjalan, sampai makanan itu selesai dan siap dibagikan,” tegasnya.

Selain mengevaluasi keamanan pangan, Agus meminta program MBG juga memiliki indikator yang dapat menunjukkan manfaatnya bagi penerima. Program tersebut diharapkan tidak sekadar memenuhi kebutuhan makan harian, tetapi memberikan dampak terhadap kondisi dan pertumbuhan anak.

Ia menilai perubahan pola makan anak setelah mendapatkan MBG secara rutin perlu menjadi bagian dari evaluasi program, termasuk melihat perkembangan kondisi fisik penerima manfaat.

“Program ini harus kelihatan manfaatnya. Kalau sebelumnya pola makan anak tidak teratur, setelah mendapatkan makanan secara rutin tentu harus ada perubahan yang bisa kita ukur,” pungkasnya.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.