- Cegah Karhutla Meluas, Neni Tegaskan Warga Dilarang Bakar Lahan
- Karhutla Bontang Melonjak, AH : 26 Titik Terbakar Capai 25 Hektare
- Neni Soroti Parkir Tepi Jalan, Pemkot Bontang Siapkan Sistem Digital untuk Tekan Kebocoran PAD
- Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Bontang Berlangsung Khidmat
- Neni Minta Bontang Kuala Dijaga sebagai Kawasan Wisata dan Ruang Publik
- Kirab Bendera Merah Putih di Bontang Kuala, Wali Kota Ajak Warga Perkuat Gotong Royong
- Agus Haris Dorong Kementerian Cek Kajian Rute Laut untuk Perkuat Logistik Bontang
- Usai Keluhan MBG, Pemkot Bontang Bedah Proses Produksi Dua SPPG
- Sidak SPPG Bontang Selatan 5, Agus Haris Minta Kepala Dapur Tak Hanya Andalkan CCTV
- Turnamen Voli Putri Bontang Jadi Wadah Pemberdayaan Perempuan dan UMKM
Karhutla Bontang Melonjak, AH : 26 Titik Terbakar Capai 25 Hektare

Analognews.id, BONTANG - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Bontang menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang 2026. Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mencatat sedikitnya 26 titik karhutla dengan total luasan mencapai sekitar 25 hektare.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris menyebut angka tersebut jauh meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, karhutla tercatat sebanyak delapan kejadian dengan luasan kurang dari 10 hektare.
“Fakta ini harus menjadi alarm pengingat bagi kita semua bahwa ancaman karhutla adalah nyata dan ada di sekitar kita,” kata AH sapaan akrabnya dalam amanatnya pada Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Markas Kodim 0908/Bontang, Rabu (26/8/2026).
Baca Lainnya :
- Neni Soroti Parkir Tepi Jalan, Pemkot Bontang Siapkan Sistem Digital untuk Tekan Kebocoran PAD0
- Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Bontang Berlangsung Khidmat0
- Neni Minta Bontang Kuala Dijaga sebagai Kawasan Wisata dan Ruang Publik0
- Kirab Bendera Merah Putih di Bontang Kuala, Wali Kota Ajak Warga Perkuat Gotong Royong0
- Agus Haris Dorong Kementerian Cek Kajian Rute Laut untuk Perkuat Logistik Bontang0
Menurutnya, salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran adalah kondisi cuaca. Suhu udara yang mencapai 33 hingga 34 derajat Celsius memicu pengeringan semak belukar sehingga lebih mudah terbakar.
Karena itu, AH meminta seluruh jajaran terkait mengutamakan langkah pencegahan. Patroli rutin di wilayah rawan harus terus dilakukan, disertai pembaruan pemetaan titik-titik rawan atau hotspot.
“Penanganan bencana yang paling baik adalah mencegahnya sebelum terjadi. Kita tidak boleh menunggu api membesar,” tegasnya.
Selain patroli, pemerintah juga diminta menggencarkan sosialisasi larangan membuka lahan dengan cara dibakar. Neni turut menekankan pentingnya menjaga kelembapan ekosistem rawan, terutama kawasan bergambut yang berada di sekitar wilayah Bontang.
Ia juga meminta penanganan karhutla tidak hanya berorientasi pada pemadaman ketika api telah membesar. Upaya pencegahan dinilai harus dilakukan bersama oleh pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di area terbuka, termasuk tidak membuang puntung rokok sembarangan di kawasan yang ditumbuhi rerumputan kering. Jika menemukan titik api, warga diminta segera melaporkannya kepada petugas agar dapat ditangani sebelum meluas.
“Ini sejalan dengan gerakan lingkungan yang tengah didorong Pemkot Bontang, seperti Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku (GESIT) dan Program Sekolah Merdeka Sampah, termasuk menghindari pembakaran sampah secara terbuka yang berpotensi memunculkan titik api,” tutupnya.










.jpg)
