- Cegah Karhutla Meluas, Neni Tegaskan Warga Dilarang Bakar Lahan
- Karhutla Bontang Melonjak, AH : 26 Titik Terbakar Capai 25 Hektare
- Neni Soroti Parkir Tepi Jalan, Pemkot Bontang Siapkan Sistem Digital untuk Tekan Kebocoran PAD
- Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Bontang Berlangsung Khidmat
- Neni Minta Bontang Kuala Dijaga sebagai Kawasan Wisata dan Ruang Publik
- Kirab Bendera Merah Putih di Bontang Kuala, Wali Kota Ajak Warga Perkuat Gotong Royong
- Agus Haris Dorong Kementerian Cek Kajian Rute Laut untuk Perkuat Logistik Bontang
- Usai Keluhan MBG, Pemkot Bontang Bedah Proses Produksi Dua SPPG
- Sidak SPPG Bontang Selatan 5, Agus Haris Minta Kepala Dapur Tak Hanya Andalkan CCTV
- Turnamen Voli Putri Bontang Jadi Wadah Pemberdayaan Perempuan dan UMKM
Neni Minta Bontang Kuala Dijaga sebagai Kawasan Wisata dan Ruang Publik

Keterangan Gambar : Pelataran Bontang Kuala
Analognews.id, BONTANG - Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meminta kawasan Bontang Kuala tetap dijaga sebagai ruang publik sekaligus destinasi wisata. Penataan fasilitas dan kebersihan kawasan menjadi perhatian pemerintah agar aktivitas masyarakat tidak mengganggu fungsi kawasan tersebut.
Neni menilai fasilitas yang tersedia di Bontang Kuala harus dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Area yang disiapkan untuk kegiatan usaha dan promosi tidak semestinya berubah fungsi menjadi tempat tinggal atau digunakan untuk menginap.
Menurutnya, kondisi fasilitas turut memengaruhi citra Bontang Kuala di mata masyarakat dan wisatawan. Karena itu, setiap lapak maupun bangunan pendukung kawasan wisata perlu ditata dengan memperhatikan estetika dan kebersihan.
Baca Lainnya :
- Kirab Bendera Merah Putih di Bontang Kuala, Wali Kota Ajak Warga Perkuat Gotong Royong0
- Agus Haris Dorong Kementerian Cek Kajian Rute Laut untuk Perkuat Logistik Bontang0
- Usai Keluhan MBG, Pemkot Bontang Bedah Proses Produksi Dua SPPG0
- Sidak SPPG Bontang Selatan 5, Agus Haris Minta Kepala Dapur Tak Hanya Andalkan CCTV0
- Turnamen Voli Putri Bontang Jadi Wadah Pemberdayaan Perempuan dan UMKM0
“Kalau fasilitasnya ditata dengan baik, tentu kawasan ini akan lebih nyaman dilihat dan dikunjungi. Jangan sampai fungsi awalnya berubah,” ujar Neni, Minggu (16/8/2026).
Ia pun meminta Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) memperkuat pengawasan di lapangan. Pengawasan dinilai penting untuk memastikan fasilitas yang telah disediakan pemerintah tetap digunakan sesuai ketentuan.
Neni menyebut keberadaan petugas yang melakukan pemantauan secara berkala diperlukan agar persoalan serupa tidak kembali ditemukan. Terlebih, Bontang Kuala menjadi salah satu kawasan yang memiliki potensi wisata dan ekonomi bagi masyarakat.
“Pengelolaannya harus konsisten, jangan hanya ditata saat ada kegiatan. Setiap hari harus ada yang memastikan kawasan ini tetap sesuai fungsinya,” katanya.
Selain penataan fasilitas, persoalan sampah juga menjadi perhatian Neni. Ia mengingatkan masyarakat untuk menjaga lingkungan pesisir dan tidak menjadikan laut sebagai tempat pembuangan sampah.
Menurutnya, kebersihan merupakan bagian penting dalam menjaga daya tarik kawasan wisata. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan pelaku usaha.
Selain itu, Neni berharap pembenahan fasilitas, pengawasan dan kesadaran menjaga lingkungan dapat berjalan beriringan. Dengan demikian, Bontang Kuala dapat terus berkembang sebagai kawasan wisata yang tertata, bersih dan nyaman bagi masyarakat.
“Kalau kita ingin Bontang Kuala menjadi tujuan wisata yang nyaman, kebersihannya harus kita jaga bersama,” tuturnya.










.jpg)
