- Cegah Karhutla Meluas, Neni Tegaskan Warga Dilarang Bakar Lahan
- Karhutla Bontang Melonjak, AH : 26 Titik Terbakar Capai 25 Hektare
- Neni Soroti Parkir Tepi Jalan, Pemkot Bontang Siapkan Sistem Digital untuk Tekan Kebocoran PAD
- Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Bontang Berlangsung Khidmat
- Neni Minta Bontang Kuala Dijaga sebagai Kawasan Wisata dan Ruang Publik
- Kirab Bendera Merah Putih di Bontang Kuala, Wali Kota Ajak Warga Perkuat Gotong Royong
- Agus Haris Dorong Kementerian Cek Kajian Rute Laut untuk Perkuat Logistik Bontang
- Usai Keluhan MBG, Pemkot Bontang Bedah Proses Produksi Dua SPPG
- Sidak SPPG Bontang Selatan 5, Agus Haris Minta Kepala Dapur Tak Hanya Andalkan CCTV
- Turnamen Voli Putri Bontang Jadi Wadah Pemberdayaan Perempuan dan UMKM
Cegah Karhutla Meluas, Neni Tegaskan Warga Dilarang Bakar Lahan

Analognews.id, BONTANG - Pemerintah Kota Bontang memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyusul tingginya potensi kebakaran saat musim panas.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan masyarakat tidak boleh membakar lahan maupun sampah dengan alasan apa pun.
Neni mengatakan, pencegahan harus menjadi prioritas dan tidak boleh menunggu kebakaran terjadi. Terlebih, wilayah Bontang memiliki luas yang relatif kecil sehingga kebakaran yang meluas dapat memberikan dampak serius.
Baca Lainnya :
- Karhutla Bontang Melonjak, AH : 26 Titik Terbakar Capai 25 Hektare0
- Neni Soroti Parkir Tepi Jalan, Pemkot Bontang Siapkan Sistem Digital untuk Tekan Kebocoran PAD0
- Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Bontang Berlangsung Khidmat0
- Neni Minta Bontang Kuala Dijaga sebagai Kawasan Wisata dan Ruang Publik0
- Kirab Bendera Merah Putih di Bontang Kuala, Wali Kota Ajak Warga Perkuat Gotong Royong0
“Tidak boleh ada yang bakar. Di rumah Bapak, Ibu sekalian jangan bakar lahan,” tegas Neni dalam kegiatan sosialisasi penanganan Karhutla di Bontang, Senin (31/8/2026).
Ia menyebut, hingga saat ini tercatat 15 kejadian Karhutla di Bontang dengan luasan sekitar 16 hektare. Kasus tersebut tersebar di sejumlah wilayah, dengan kejadian terbanyak berada di Bontang Barat.
Neni juga mengingatkan bahaya kesehatan akibat asap kebakaran. Pembakaran tidak sempurna dapat menghasilkan berbagai zat berbahaya, termasuk karbon monoksida (CO) dan partikulat yang dapat mengganggu sistem pernapasan.
Menurutnya, kelompok rentan seperti ibu hamil perlu mendapat perhatian khusus karena paparan asap dan partikulat dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Karena itu, Neni meminta camat, lurah, hingga perangkat di tingkat bawah terus menyosialisasikan bahaya Karhutla kepada masyarakat. Ia juga mengingatkan agar kebiasaan membakar sampah, ranting maupun lahan dihentikan.
“Kita tidak boleh hanya bergerak ketika kebakaran sudah terjadi, tetapi harus mengedepankan pencegahan,” ujarnya.
Neni berharap sinergi antara Pemkot Bontang, TNI, BPBD, pemadam kebakaran, perusahaan dan masyarakat dapat menekan kejadian Karhutla. Ia juga meminta setiap kejadian kebakaran hutan diinvestigasi untuk mengetahui penyebabnya sehingga tidak sekadar dipadamkan.










.jpg)
