- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Sengketa Lahan di Samarinda Libatkan Keuskupan Agung, DPRD Kaltim Wanti-wanti Potensi Konflik Sosial

Keterangan Gambar : Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Kaltim. (Foto: Humas DPRD Kaltim)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Sengketa kepemilikan lahan antara Hairil Usman dan Keuskupan Agung Samarinda di Jalan Damanhuri II, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, kini menjadi perhatian serius DPRD Kalimantan Timur (Kaltim). Kasus ini dinilai berpotensi memicu ketegangan sosial jika tidak ditangani dengan hati-hati.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Kaltim pada Selasa, 10 Juni 2025, para legislator menegaskan pentingnya pendekatan netral dan mengedepankan musyawarah. Rapat dipimpin Wakil Ketua Komisi I, Agus Suwandy, dan dihadiri sejumlah anggota komisi, perangkat kecamatan, kelurahan, serta pihak pelapor, Hairil Usman dan kuasa hukumnya. Sayangnya, pihak Keuskupan Agung Samarinda tidak hadir dalam pertemuan tersebut.
Agus Suwandy menekankan bahwa proses penyelesaian konflik ini harus menghindari eskalasi isu yang berpotensi menyentuh ranah sensitif seperti agama dan keyakinan.
Baca Lainnya :
- Kaltim Hadapi Krisis Daya Tampung SMA Negeri: DPRD Soroti Separuh Lulusan SMP Tak Tertampung0
- DPRD Kaltim Godok Tiga Ranperda Krusial: Reformasi BUMD dan Penguatan Perlindungan Lingkungan0
- Legislator Kaltim Soroti Kurangnya Antusiasme Pemda dalam Program Sekolah Rakyat Prabowo0
- DPRD Kaltim Matangkan Anggaran 2026, Sabaruddin Soroti Absennya Kepala Bapenda0
- Dugaan Malpraktik di Samarinda, Damayanti Desak Peningkatan Kompetensi dan Etika Tenaga Medis0
"Ini bukan soal siapa agamanya apa. Kita fokus pada status hukum tanah, bukan perbedaan keyakinan. Isu SARA sangat rentan memecah masyarakat," ujarnya tegas.
Agus juga menegaskan bahwa DPRD Kaltim berkomitmen untuk bersikap adil dan tidak memihak. Salah satu langkah penting ke depan adalah memanggil kembali pihak Keuskupan untuk memberikan klarifikasi terkait dokumen dan status kepemilikan lahan. Hal ini bertujuan untuk memastikan objek tanah yang disengketakan sesuai dengan dokumen yang ada di BPN.
"Kita ingin pastikan, jangan sampai dokumen kepemilikan mengacu pada satu lokasi, tapi objek fisiknya ternyata berada di tempat lain. Ini harus jelas," ungkap Agus.
Sengketa ini berawal dari penjualan tanah oleh Djagung Hanafiah, ayah Hairil Usman, kepada Dony Saridin pada tahun 1988. Namun, menurut Hairil, pembayaran belum tuntas. Sementara itu, luas tanah yang tercatat dalam SPPT atas nama Margareta, istri Dony, disebut mengalami perubahan signifikan sebelum dihibahkan kepada Keuskupan.
Meskipun konflik ini telah berlangsung lama, DPRD Kaltim berupaya mendorong penyelesaian yang tidak memicu ketegangan lebih jauh. Pendekatan hukum tetap diutamakan, namun jalur mediasi dan musyawarah menjadi pilihan utama untuk menjaga stabilitas sosial.
Sebagai tindak lanjut, Komisi I menjadwalkan RDP lanjutan pada Selasa, 17 Juni 2025, serta meminta camat dan lurah untuk melakukan penelusuran ulang terhadap dokumen tanah yang ada.
"Kita ingin penyelesaian yang berkeadilan dan damai. Jangan sampai perbedaan pandangan ini justru menimbulkan perpecahan. DPRD siap jadi fasilitator untuk menyatukan semua pihak," pungkas Agus Suwandy. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
