- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Kaltim Hadapi Krisis Daya Tampung SMA Negeri: DPRD Soroti Separuh Lulusan SMP Tak Tertampung

Keterangan Gambar : Rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kaltim. (Foto: Humas DPRD Kaltim)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Isu ketimpangan akses pendidikan dan keterbatasan daya tampung sekolah negeri kembali menjadi topik utama dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kaltim. Dalam pertemuan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim serta kepala cabang wilayah pada Selasa, 10 Juni 2025, DPRD menyoroti kesenjangan kapasitas yang masih tajam, khususnya di kota besar seperti Balikpapan.
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H Baba, mengungkapkan data yang mengkhawatirkan: hanya sekitar 51 persen lulusan SMP di Balikpapan yang dapat tertampung di SMA dan SMK Negeri.
"Masalahnya bukan hanya soal teknis pendaftaran, tapi pada struktur pendidikan yang belum seimbang. Separuh lulusan SMP harus diarahkan ke sekolah swasta karena kapasitas negeri yang belum mencukupi," ungkapnya.
Baca Lainnya :
- DPRD Kaltim Godok Tiga Ranperda Krusial: Reformasi BUMD dan Penguatan Perlindungan Lingkungan0
- Legislator Kaltim Soroti Kurangnya Antusiasme Pemda dalam Program Sekolah Rakyat Prabowo0
- DPRD Kaltim Matangkan Anggaran 2026, Sabaruddin Soroti Absennya Kepala Bapenda0
- Dugaan Malpraktik di Samarinda, Damayanti Desak Peningkatan Kompetensi dan Etika Tenaga Medis0
- Damayanti: Lawan Budaya Pasif, Generasi Muda Kaltim Harus Produktif dan Berintegritas0
Untuk mengatasi masalah krusial ini, salah satu solusi yang tengah disiapkan adalah pembangunan unit sekolah baru dan pengembangan lembaga yang sudah ada. SMK Negeri 5 Balikpapan menjadi salah satu target perluasan karena memiliki lahan cukup luas, sekitar 16 hektare.
"Ini kesempatan strategis untuk menambah rombongan belajar atau bahkan membuka unit sekolah baru," ujar H Baba.
Namun, persoalan tak berhenti pada jumlah ruang kelas. Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, menyoroti pola pikir masyarakat yang masih terpusat pada sekolah negeri favorit. Akibatnya, distribusi siswa tidak merata, dan sekolah-sekolah lain, baik negeri maupun swasta, menjadi kurang diminati.
"Kita masih menghadapi mentalitas bahwa hanya sekolah favorit yang bagus. Padahal, semua sekolah punya potensi berkembang asal dikelola dan didukung dengan baik," jelas Darlis.
Ia juga menegaskan pentingnya peran sekolah swasta dalam sistem pendidikan di Kaltim. Pemerintah, katanya, harus memberikan perhatian yang sama agar sekolah swasta tetap mampu bersaing dan menyediakan pendidikan berkualitas.
"Kalau semua siswa didorong ke sekolah negeri, maka sekolah swasta akan mati pelan-pelan. Kita harus pastikan keberadaannya tetap kuat dan menjadi alternatif yang layak," tambahnya.
Sebagai langkah pengawasan, Komisi IV DPRD Kaltim akan melakukan monitoring langsung ke kabupaten dan kota selama pelaksanaan SPMB 2025. Fokus pengawasan tak hanya soal regulasi teknis, tetapi juga pemerataan akses dan kualitas layanan pendidikan.
Meskipun berbagai upaya telah disiapkan, tantangan pemerataan pendidikan di Kaltim masih menjadi pekerjaan besar. Pemerintah dan DPRD berkomitmen terus mencari solusi jangka panjang agar semua anak, di mana pun berada, mendapat kesempatan pendidikan yang setara. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
