- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Salehuddin Minta Koordinasi Ketat Soal Program Transmigrasi di Kaltim

Keterangan Gambar : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Salehuddin. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Salehuddin, merespons program transmigrasi dari pemerintah pusat yang menyasar sejumlah wilayah di Kaltim, seperti Maratua (Berau), serta Kota Bangun dan Tabang (Kutai Kartanegara). Ia menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota terkait pelaksanaan program tersebut.
“Saya pikir kalau memang ada program dari pemerintah pusat, ini perlu dikoordinasikan dengan kawan-kawan kita di provinsi, kabupaten, kota. Karena ada beberapa daerah yang bahkan menyatakan penolakan. Hal ini karena persoalan agraria dan lahan memang sangat sensitif,” ujarnya, Kamis (31/7/2025).
Politisi Fraksi Golkar itu menegaskan, sebelum program transmigrasi dijalankan, pemerintah pusat melalui Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi harus memastikan status lahan telah jelas secara hukum dan sosial. Langkah ini penting agar pelaksanaan di lapangan tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat setempat.
Baca Lainnya :
- Komisi IV DPRD Kaltim Tinjau RSUD AWS Samarinda Usai Kebakaran, Tekankan Evaluasi Sistem Keamanan0
- DPRD Kaltim Sidak RSUD AWS Samarinda Usai Kebakaran, Tekankan Evaluasi Sistem Keamanan dan Pelayanan0
- Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Serukan Perhatian pada Kesehatan Mental Orang Tua0
- Salehuddin Apresiasi Pembangunan Rumah Sakit Bhayangkara di Samarinda0
- Harga Beras di Long Apari Capai Rp1,2 Juta per Karung, DPRD Kaltim Soroti Masalah Transportasi0
“Harus betul-betul clear and clean soal lahannya. Kita yakin pemerintah punya tujuan baik, seperti memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat daerah. Tapi jangan sampai justru menciptakan jurang kesenjangan antara masyarakat transmigran dan masyarakat lokal,” tambahnya.
Salehuddin juga mengingatkan agar masyarakat lokal tidak hanya dijadikan penonton dalam program ini, tetapi turut diberi ruang dan manfaat yang sama. Ia berharap masyarakat sekitar lokasi transmigrasi mendapat perhatian yang setara, sehingga kehadiran transmigran dapat mendorong kemajuan di daerah tersebut.
“Bagaimana masyarakat lokal juga diberi ruang dalam program itu. Jadi koordinasi lintas pemerintahan sangat penting sebelum program ini direalisasikan sepenuhnya,” pungkasnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
