- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Komisi IV DPRD Kaltim Tinjau RSUD AWS Samarinda Usai Kebakaran, Tekankan Evaluasi Sistem Keamanan

Keterangan Gambar : Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry . (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Insiden kebakaran yang melanda ruang pertemuan fisioterapi anak di lantai 2 Poliklinik RSUD Abdoel Wahab Syahrani (AWS) Samarinda, Selasa dini hari (29/7/2025), mendorong Komisi IV DPRD Kalimantan Timur turun langsung meninjau lokasi. Kebakaran terjadi sekitar pukul 02.30 WITA dan meski tidak meluas, peristiwa ini menjadi perhatian serius wakil rakyat.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry, menilai insiden di rumah sakit rujukan utama di Kaltim ini menjadi alarm penting bagi sistem keamanan dan keselamatan gedung layanan publik. Ia menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap instalasi listrik dan sistem proteksi kebakaran.
“Kejadiannya memang terbatas di satu ruangan, tapi ini bukti bahwa pengawasan dan pengecekan rutin belum maksimal. Jangan sampai kecolongan lagi,” kata Sarkowi saat ditemui di lobi RSUD AWS, Rabu (30/7/2025).
Baca Lainnya :
- DPRD Kaltim Sidak RSUD AWS Samarinda Usai Kebakaran, Tekankan Evaluasi Sistem Keamanan dan Pelayanan0
- Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Serukan Perhatian pada Kesehatan Mental Orang Tua0
- Salehuddin Apresiasi Pembangunan Rumah Sakit Bhayangkara di Samarinda0
- Harga Beras di Long Apari Capai Rp1,2 Juta per Karung, DPRD Kaltim Soroti Masalah Transportasi0
- Ekti Imanuel Tegaskan Anggaran Media Pemprov Kaltim Tetap Ada0
Sarkowi menekankan pihak manajemen rumah sakit perlu menjadikan peristiwa ini sebagai momentum perbaikan sistem keamanan. Ia juga mengusulkan agar seluruh fasilitas publik menjalani pemeriksaan berkala, terutama instalasi listrik dan alarm kebakaran.
“Penting dilakukan audit sistem keamanan secara menyeluruh, termasuk memastikan CCTV dan alat pemadam berfungsi. Rumah sakit tak boleh lengah karena menyangkut nyawa pasien,” tegasnya.
Politisi Golkar itu menambahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) perlu menggandeng OPD lain dalam pelatihan kebencanaan. Setiap instansi sebaiknya memiliki staf yang dibekali kemampuan tanggap darurat.
“Jangan hanya mengandalkan Damkar. OPD-OPD lain harus punya personel yang tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran atau bencana,” jelas Sarkowi.
Ia berharap insiden di RSUD AWS tidak dianggap sebagai kejadian biasa, tetapi menjadi pelajaran bagi seluruh instansi untuk memperketat sistem keamanan dan keselamatan di lingkungan kerja. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
