- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Harga Beras di Long Apari Capai Rp1,2 Juta per Karung, DPRD Kaltim Soroti Masalah Transportasi

Keterangan Gambar : Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Harga beras di Desa Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, tembus hingga Rp1,2 juta per karung 25 kilogram. Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, menilai persoalan ini dipicu oleh kendala transportasi yang belum teratasi secara optimal.
Menurut Ekti, tingginya harga sembako di wilayah pedalaman seperti Long Apari disebabkan kondisi geografis yang ekstrem, terutama saat musim kemarau atau hujan.
“Sebenarnya sudah dianggarkan namanya bantuan ongkos angkut. Nah, mungkin ini yang nanti pemerintah Mahakam Ulu akan salurkan supaya transportasi sembako ini tidak mahal seperti itu,” kata Ekti.
Baca Lainnya :
- Ekti Imanuel Tegaskan Anggaran Media Pemprov Kaltim Tetap Ada0
- Ekti Imanuel Tegaskan GratisPol Jadi Prioritas untuk Memperluas Akses Pendidikan Tinggi di Kaltim0
- Ekti Imanuel Tegaskan Komitmen Pemprov Kaltim Lewat Program GratisPol untuk Pendidikan Tinggi0
- Sarkowi V Zahry Ajak Pemerintah dan Masyarakat Selamatkan Pesut Mahakam0
- Anggota DPRD Kaltim Soroti Ancaman Kepunahan Pesut Mahakam di Sungai Mahakam0
Ia menjelaskan, distribusi logistik di Mahulu masih bergantung pada Sungai Mahakam. Sekitar 90 persen pengiriman barang ke kecamatan seperti Long Apari dan Long Pahangai masih menggunakan jalur air.
“Proses dari Long Bagun ke Long Apari itu masih melalui sungai. Saat musim kemarau, ada tiga riam: Riam Udang, Riam Halo, dan Riam Panjang. Kalau debit air surut, batu-batu di riam itu muncul, sehingga menyulitkan transportasi,” jelasnya.
Ekti menambahkan, persoalan transportasi ini terjadi setiap tahun. Saat musim hujan, banjir menjadi ancaman, sementara di musim kemarau permukaan sungai turun drastis, membuat perahu sulit melintas. Kondisi ini berdampak langsung pada harga kebutuhan pokok di wilayah perbatasan.
“Permasalahannya di transportasi tadi. Nah itu yang membuat harga sembako jadi sangat mahal. Tapi kami sudah komunikasikan juga dengan DPRD Mahulu agar bantuan ongkos angkut ini bisa segera dimanfaatkan,” tutupnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
