- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
DPRD Kaltim Sidak RSUD AWS Samarinda Usai Kebakaran, Tekankan Evaluasi Sistem Keamanan dan Pelayanan

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Insiden kebakaran yang terjadi di ruang fisioterapi anak dan ruang dikti RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda menjadi perhatian serius DPRD Kalimantan Timur.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, memimpin inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi kejadian pada Rabu (30/7/2025). Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan pentingnya audit menyeluruh terhadap sistem keamanan gedung rumah sakit milik pemerintah tersebut.
“Kami melihat perlunya evaluasi besar terhadap instalasi proteksi kebakaran. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” ujar Andi di sela-sela sidak.
Baca Lainnya :
- Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Serukan Perhatian pada Kesehatan Mental Orang Tua0
- Salehuddin Apresiasi Pembangunan Rumah Sakit Bhayangkara di Samarinda0
- Harga Beras di Long Apari Capai Rp1,2 Juta per Karung, DPRD Kaltim Soroti Masalah Transportasi0
- Ekti Imanuel Tegaskan Anggaran Media Pemprov Kaltim Tetap Ada0
- Ekti Imanuel Tegaskan GratisPol Jadi Prioritas untuk Memperluas Akses Pendidikan Tinggi di Kaltim0
Selain masalah keamanan, Komisi IV juga menyoroti pelayanan rumah sakit, khususnya antrean panjang yang kerap dikeluhkan masyarakat. Salah satu solusi yang diusulkan adalah penerapan sistem kurir obat untuk mempercepat proses pengambilan resep pasien.
“Kalau sistem kurir obat bisa dijalankan, antrean bisa dikurangi, pelayanan pun lebih efisien,” tambahnya.
DPRD Kaltim memastikan pengawasan terhadap pelayanan RSUD AWS akan terus ditingkatkan. Komisi IV berkomitmen mendorong perbaikan agar rumah sakit rujukan ini memberikan layanan kesehatan yang aman, cepat, dan responsif bagi warga Kalimantan Timur. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
