- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
DPRD Kaltim Sidak RSUD AWS Samarinda Usai Kebakaran, Tekankan Evaluasi Sistem Keamanan dan Pelayanan

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Insiden kebakaran yang terjadi di ruang fisioterapi anak dan ruang dikti RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda menjadi perhatian serius DPRD Kalimantan Timur.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, memimpin inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi kejadian pada Rabu (30/7/2025). Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan pentingnya audit menyeluruh terhadap sistem keamanan gedung rumah sakit milik pemerintah tersebut.
“Kami melihat perlunya evaluasi besar terhadap instalasi proteksi kebakaran. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” ujar Andi di sela-sela sidak.
Baca Lainnya :
- Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Serukan Perhatian pada Kesehatan Mental Orang Tua0
- Salehuddin Apresiasi Pembangunan Rumah Sakit Bhayangkara di Samarinda0
- Harga Beras di Long Apari Capai Rp1,2 Juta per Karung, DPRD Kaltim Soroti Masalah Transportasi0
- Ekti Imanuel Tegaskan Anggaran Media Pemprov Kaltim Tetap Ada0
- Ekti Imanuel Tegaskan GratisPol Jadi Prioritas untuk Memperluas Akses Pendidikan Tinggi di Kaltim0
Selain masalah keamanan, Komisi IV juga menyoroti pelayanan rumah sakit, khususnya antrean panjang yang kerap dikeluhkan masyarakat. Salah satu solusi yang diusulkan adalah penerapan sistem kurir obat untuk mempercepat proses pengambilan resep pasien.
“Kalau sistem kurir obat bisa dijalankan, antrean bisa dikurangi, pelayanan pun lebih efisien,” tambahnya.
DPRD Kaltim memastikan pengawasan terhadap pelayanan RSUD AWS akan terus ditingkatkan. Komisi IV berkomitmen mendorong perbaikan agar rumah sakit rujukan ini memberikan layanan kesehatan yang aman, cepat, dan responsif bagi warga Kalimantan Timur. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
