- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Ronald Minta Parkir Liar Ditertibkan, Soroti Pungli yang Rugikan Warga dan Daerah

Keterangan Gambar : Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Ronald Stephen Lonteng. (Foto : ARD)
ANALOGNEWS.ID, SAMARINDA - Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Ronald Stephen Lonteng, menegaskan perlunya tindakan tegas terhadap keberadaan juru parkir (jukir) liar yang masih marak ditemukan di berbagai titik strategis kota.
Ia menyebut, praktik tersebut bukan hanya menciptakan keresahan warga, tetapi juga berdampak langsung pada kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perparkiran.
Ronald mengungkapkan bahwa sistem parkir yang tidak tertata menjadi celah munculnya pungutan liar. Jukir ilegal kerap menarik biaya parkir tanpa karcis resmi dan bahkan dengan cara memaksa, sehingga merugikan pengguna jalan dan merusak citra pelayanan publik.
Baca Lainnya :
- Polemik Pendirian Gereja di Sungai Keledang, DPRD Samarinda Dorong Evaluasi dan Dialog Terbuka0
- Minim Fasilitas, Komisi IV DPRD Samarinda Nilai Pemkot Belum Maksimal Tangani Masalah Sosial0
- KNPI Kaltim Gelar Sarasehan Pemuda, Serukan Persatuan di Tengah Dinamika Organisasi0
- Abdulloh Soroti Pembatasan Aspirasi Masyarakat dan Hilangnya Hibah Rumah Ibadah di Masa Reses0
- Syahariah Mas’ud Soroti Lemahnya Kinerja DP3A dan KPAD Kaltim0
“Banyak warga mengadu karena dimintai bayaran tanpa kejelasan, tidak ada karcis, dan kadang dengan sikap arogan. Ini tidak bisa dibiarkan,” ujar Ronald.
Ia menegaskan, ketidaktertiban dalam pengelolaan parkir ini harus direspons dengan langkah nyata oleh instansi terkait.
Ronald mendesak Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga aparat kepolisian untuk melakukan pengawasan rutin dan penindakan berkelanjutan, khususnya di titik rawan seperti pusat perbelanjaan, kawasan kuliner, rumah sakit, hingga fasilitas umum lainnya.
“Kalau dibiarkan, ini jadi penyakit menahun. Padahal potensi PAD dari parkir cukup besar. Jangan sampai uang yang seharusnya masuk ke kas daerah malah masuk ke kantong pribadi,” tegasnya.
Ronald juga menilai perlu adanya pembenahan sistem retribusi parkir agar lebih transparan dan terintegrasi. Ia berharap ke depan Pemkot Samarinda bisa mengembangkan sistem digital atau non-tunai untuk pembayaran parkir agar celah pungli semakin tertutup.
“Solusi jangka panjangnya adalah sistem yang terbuka dan akuntabel. Tapi dalam jangka pendek, kita perlu ketegasan dalam penegakan aturan,” tambahnya.
Menurutnya, penataan parkir yang rapi akan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warga, sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membenahi sektor pelayanan publik.
“Kalau pemerintah tegas, masyarakat juga akan lebih percaya. Jangan sampai citra kota rusak hanya karena ulah segelintir jukir liar,” pungkas Ronald. (ARD/Adv/DPRDSamarinda)










.jpg)
