- Turnamen Voli Putri Bontang Jadi Wadah Pemberdayaan Perempuan dan UMKM
- Kapal Fiber dan Jaring Gillnet Disiapkan, DKP3 Bontang Dorong Produktivitas KUB Nelayan
- DKP3 Perkuat Pengawasan Distribusi MBG, Pastikan Makanan Aman hingga Diterima Siswa
- Pemkot Serahkan Penanganan Sengketa Kapal Roro ke Kejaksaan, Neni: Itu Aset Pemerintah
- DKP3 Dorong Produktivitas Peternakan, Bantuan Kambing dan Pakan Difokuskan untuk Pengembangan Ternak
- DKP3 Libatkan Lintas OPD Susun FSVA 2026, Data Ketahanan Pangan Tiap Kelurahan Diverifikasi
- Libatkan Pelajar dalam Perintis Anti Narkoba, Wali Kota Bontang Pastian Pengurus Bebas Narkoba
- DKP3 Gandeng Universitas Brawijaya Kembangkan BONTAMI, Perkuat Hilirisasi Rumput Laut Bontang
- DP3AKB Bontang Sosialisasikan Aplikasi Si SAKA, Permudah Masyarakat Laporkan Dugaan Kekerasan
- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
Pertanian di PPU Hadapi Tantangan Besar dalam Meningkatkan Kualitas Beras

Keterangan Gambar : Sujiati, Anggota DPRD PPU. (*)
ANALOGNEWS.id, PENAJAM - Penajam Paser Utara (PPU), salah satu daerah penghasil beras di Kalimantan Timur, tengah menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan kualitas hasil panennya, terutama beras. Saat ini, kualitas beras yang dihasilkan seringkali dianggap berada di bawah standar premium, yang dapat mempengaruhi harga jual dan daya saing di pasar.
Sujiati, Anggota DPRD PPU, menyoroti pentingnya perbaikan dalam penanganan pasca panen sebagai langkah utama untuk meningkatkan kualitas beras di daerah tersebut. Menurutnya, kesalahan atau kurang optimalnya penanganan setelah panen dapat berdampak negatif pada kualitas hasil panen, yang akhirnya memengaruhi nilai jual beras PPU di pasar.
"Solusinya adalah penanganan pasca panen dan perbaikan pola tanam serta perawatan. Namun yang terpenting adalah pola pasca panen, karena jika saat pasca panen terjadi hujan dan beras tidak terjemur dengan baik, maka otomatis kualitasnya akan menurun," ujar Sujiati.
Baca Lainnya :
- Anggota DPRD PPU Soroti Masalah Akses Air Bersih di Kabupaten PPU0
- DPRD PPU Minta Pengawasan Ketat untuk Cegah Pekerjaan di Bawah Umur di Perusahaan0
- DPRD PPU Dorong Konsumsi Pangan Lokal, Tingkatkan Kesejahteraan dan Keberagaman Gizi0
- Dorong Pengelolaan dan Pemodalan Program Seribu Kolam Ikan0
- Thohiron Imbau Sekolah di PPU Hentikan Penjualan Buku0
Dia menambahkan bahwa ketika proses pasca panen tidak dilakukan dengan baik, kualitas beras yang dihasilkan menjadi rendah. Beras yang kurang terjemur atau terkena hujan setelah panen dapat mengurangi kadar kekeringan dan menyebabkan perubahan warna yang menurunkan kualitas produk.
“Dengan pola tanam yang terencana dan metode perawatan yang tepat, kualitas hasil panen akan lebih terjamin, sehingga proses pasca panen juga menjadi lebih optimal,” ujarnya.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan pelatihan dan dukungan teknologi kepada para petani, terutama terkait metode penanganan pasca panen yang tepat.
“Investasi dalam sarana pengeringan dan fasilitas penyimpanan beras yang memadai akan sangat membantu para petani dalam menjaga kualitas hasil panen,” pungkasnya. (Adv)










.jpg)
