- Turnamen Voli Putri Bontang Jadi Wadah Pemberdayaan Perempuan dan UMKM
- Kapal Fiber dan Jaring Gillnet Disiapkan, DKP3 Bontang Dorong Produktivitas KUB Nelayan
- DKP3 Perkuat Pengawasan Distribusi MBG, Pastikan Makanan Aman hingga Diterima Siswa
- Pemkot Serahkan Penanganan Sengketa Kapal Roro ke Kejaksaan, Neni: Itu Aset Pemerintah
- DKP3 Dorong Produktivitas Peternakan, Bantuan Kambing dan Pakan Difokuskan untuk Pengembangan Ternak
- DKP3 Libatkan Lintas OPD Susun FSVA 2026, Data Ketahanan Pangan Tiap Kelurahan Diverifikasi
- Libatkan Pelajar dalam Perintis Anti Narkoba, Wali Kota Bontang Pastian Pengurus Bebas Narkoba
- DKP3 Gandeng Universitas Brawijaya Kembangkan BONTAMI, Perkuat Hilirisasi Rumput Laut Bontang
- DP3AKB Bontang Sosialisasikan Aplikasi Si SAKA, Permudah Masyarakat Laporkan Dugaan Kekerasan
- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
Anggota DPRD PPU Soroti Masalah Akses Air Bersih di Kabupaten PPU

Keterangan Gambar : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Ishaq. (*)
ANALOGNEWS.id, PENAJAM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Ishaq, menekankan perhatian terhadap masalah akses air bersih yang tidak merata di kalangan masyarakat.
Ia mengungkapkan bahwa banyak warga PPU yang masih mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih, mengingat pasokan air bersih saat ini belum sepenuhnya dapat diakses oleh mereka.
“Memang air ini belum mengalir sampai jauh, dan banyak yang belum terjangkau dengan air bersih di beberapa kelurahan,” kata Ishaq.
Baca Lainnya :
- DPRD PPU Minta Pengawasan Ketat untuk Cegah Pekerjaan di Bawah Umur di Perusahaan0
- DPRD PPU Dorong Konsumsi Pangan Lokal, Tingkatkan Kesejahteraan dan Keberagaman Gizi0
- Dorong Pengelolaan dan Pemodalan Program Seribu Kolam Ikan0
- Thohiron Imbau Sekolah di PPU Hentikan Penjualan Buku0
- Kesetaraan Gender Dorong Perubahan Signifikan di PPU0
Sebagai penyedia air bersih bagi masyarakat, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Danum Taka diharapkan dapat melakukan kemajuan dalam menyediakan air bersih yang lebih merata. Ishaq menekankan perlunya rencana yang komprehensif agar Perumda dapat menjangkau semua lapisan masyarakat.
“Makanya kita minta ke PDAM supaya merencanakan sebaik-baiknya. Jangan sampai pembangunan IKN jalan terus, sementara masyarakat kita di sini air bersih saja belum terjangkau,” ujarnya.
Ia juga mengusulkan bahwa pembangunan sumur bor dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah air bersih. Namun, Ishaq mengingatkan bahwa proses pengurusan izin untuk pembangunan sumur bor seringkali berbelit-belit.
“Oleh karena itu, kita meminta PDAM merencanakan sebaik-baiknya untuk kelurahan-kelurahan yang belum terjangkau air bersih,” tambahnya.
Ishaq mengajak semua pihak, termasuk masyarakat, untuk berperan aktif dalam mencari solusi terhadap masalah ini. Ia menyatakan bahwa partisipasi masyarakat dalam mendukung program-program pemerintah terkait penyediaan air bersih sangat penting.
“Kita perlu bersama-sama mencari cara agar semua masyarakat di PPU bisa mendapatkan akses air bersih yang layak,” ungkapnya.
Dalam pandangannya, pemenuhan akses air bersih merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ketersediaan air bersih yang memadai akan berdampak positif tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga pada produktivitas masyarakat.
“Jika kita bisa menjamin pasokan air bersih yang merata, maka itu akan menjadi salah satu langkah menuju PPU yang lebih baik,” tuturnya.
Ishaq berharap agar pemerintah daerah dan PDAM dapat segera mengambil tindakan nyata untuk mengatasi masalah akses air bersih ini.
“Kita semua ingin melihat perubahan yang nyata dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, dan akses air bersih harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (Adv)










.jpg)
