- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Menkominfo Usulkan Pemilu 2024 Terapkan Pemungutan Suara Secara Online

Keterangan Gambar : Menteri Komunikasi dan Informatika Jhonny G. Plate (int)
ANALOGNEWS.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mendorong Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang bisa menerapkan pemungutan suara secara online. Dia menilai Pemilu 2024 momen yang tepat untuk menghasilkan pemimpin masa depan Indonesia dengan komitmen digitalisasi Indonesia.
"Melalui pemungutan suara online yang bebas, adil, dan aman, serta melalui sistem e-vote atau internet voting. Estonia telah melaksanakannya sejak tahun 2005 dan ini telah memiliki sistem pemilihan umum digital di tingkat kota, negara dan di tingkat Uni Eropa yang telah digunakan oleh 46,7% penduduk. Jadi bukan baru, termasuk KPU ini sudah lama juga menyiapkannya," kata Johnny dalam keterangannya, mengutip detikcom, Kamis (24/3/2022).
Menurut Johnny pemungutan suara secara digital atau online dapat mewujudkan proses kontestasi politik yang efektif dan efisien. Dia mengatakan pengadopsian pemanfaatan teknologi digital bisa diadopsi ke dalam proses pemilu.
Baca Lainnya :
- Buruh dan Petani Unjuk Rasa Terkait Kelangkaan dan Kenaikan Harga Minyak Goreng0
- Stok Masih Defisit, Indonesia Perlu Impor Pangan0
- Polisi Gagalkan Penyelundupan Ratusan Kilogram Sabu di Aceh 0
- Pembiayaan JKP 2022 Capai Rp1,31 Triliun, Menaker Jamin Pembayaran Aman0
- Presiden Kemah di IKN Besok, Ribuan Pasukan Keamanan Disiagakan0
"Pengadopsian teknologi digital dalam giat Pemilu memiliki manfaat untuk mewujudkan efektivitas dan efisiensi dalam proses kontestasi politik yang legitimate baik dalam tahapan pemilih, verifikasi identitas pemilih, pemungutan suara, penghitungan suara hingga transmisi dan tabulasi hasil pemilu," ucapnya.
Dia menyebut beberapa negara bahkan sudah mulai melakukan hal tersebut, salah satunya India. Karena itu lah, kata dia, Indonesia bisa mulai melakukan studi berkaitan dengan voting jarak jauh tersebut.
"Saat ini India is now using it! India sedang menggunakan blockchain untuk mendukung voting jarak jauh dalam pemilihan umum (televoting). Diharapkan dapat direalisasi dalam pemilihan umum India tahun 2024 mendatang, sama seperti kita. Jadi kalau kita melakukan benchmark dan studi tukar informasi dan pengetahuan, serta pengalaman bisa dilakukan bersama mereka," ungkapnya.
Lebih lanjut, Politisi NasDem ini juga menjelaskan hal yang penting diperhatikan bukan hanya proses secara digital semata. Namun, lebih pada kesiapan masyarakat dan meyakinkan masyarakat untuk menjaga tingkat kepercayaan dalam setiap tahapan Pemilu termasuk saat verifikasi dan re-verifikasi data.
"Ini yang perlu kita perhatikan betul-betul dan tren digitalisasi pemilu pun dapat dilihat dari ragam visi dan pengadopsiannya dalam tahapan pemungutan suara di beberapa negara di dunia," tegasnya.
"Kita harus bisa memastikan, meyakinkan rakyat akan legitimate-nya pemilihan umum melalui proses legitimasi. Sehingga keberadaan inovasi digital menjadi bagian dari solusi," lanjut dia. (Red/AN)










.jpg)
