- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Stok Masih Defisit, Indonesia Perlu Impor Pangan

Keterangan Gambar : Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (int)
ANALOGNEWS.id - Indonesia masih perlu melakukan impor pangan. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengungkap ada empat komoditas pangan yang stoknya masih defisit. Keempat komoditas itu adalah bawang putih, kedelai, daging sapi, dan gula konsumsi.
"Untuk kedelai, bawang putih, daging lembu sapi, dan gula konsumsi pemenuhannya tidak hanya produksi dalam negeri tetapi juga dengan substitusi impor yang ada," katanya dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, Selasa (22/3/2022).
Sementara beras, jagung, cabai merah keriting, cabai rawit merah, bawang merah, telur ayam hingga minyak goreng ketersediaannya bisa dipenuhi dari produksi dalam negeri.
Baca Lainnya :
- Polisi Gagalkan Penyelundupan Ratusan Kilogram Sabu di Aceh 0
- Pembiayaan JKP 2022 Capai Rp1,31 Triliun, Menaker Jamin Pembayaran Aman0
- Presiden Kemah di IKN Besok, Ribuan Pasukan Keamanan Disiagakan0
- Mayoritas Masyarakat Menolak Penundaan Pemilu0
- Imbas Invasi Rusia ke Ukraina, Kucing Rusia Dilarang Ikut Pentas0
Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu memaparkan, berdasarkan prognosis neraca komoditas pangan strategis Januari-Desember 2022, ketersediaan komoditas kedelai, bawang putih, daging sapi, dan gula konsumsi masih memerlukan impor.
Stok kedelai minus 2,59 juta ton, sementara kebutuhan tahunan mencapai 2,98 juta ton. Kemudian ketersediaan saat ini hanya 391,28 ribu ton. Jadi perlu impor sebanyak 2,84 juta ton.
Untuk bawang putih stoknya defisit 366,9 ribu ton. Padahal kebutuhan tahunannya mencapai 621,88 ribu ton. Sementara stok yang tersedia hanya 254,98 ribu ton, sehingga perlu impor 606,37 ribu ton.
Stok daging sapi defisit 134,35 ribu ton. Total ketersediaan domestik sekitar 572 ribu ton, sementara kebutuhan mencapai 706,38 ribu ton. Untuk itu perlu impor 193,22 ribu ton.
Gula konsumsi, stoknya minus 234,69 ribu ton. Ketersediaan dalam negeri hanya 2,98 juta ton, sementara kebutuhannya 3,21 juta ton. Jadi pemerintah perlu melakukan impor 1,04 juta ton. (Red/AN)
Sumber : detik.com










.jpg)
