- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Imbas Invasi Rusia ke Ukraina, Kucing Rusia Dilarang Ikut Pentas

Keterangan Gambar : Kucing Blue Russian
ANALOGNEWS.id - Berbagai sanksi telah diberikan kepada Rusia setelah invasi ke Ukraina. Terbaru, Federasi Kucing Internasional (FIFe) memberlakukan sanksi keras terhadap kucing yang dibiakkan di Rusia.
Dewan Eksekutif FIFe mengaku terkejut dengan konflik Rusia-Ukraina. Mereka merasa tak bisa diam menyaksikan kekejaman serangan ini.
"Federasi memutuskan bahwa mulai Selasa (1/3), tidak ada kucing yang dibiakkan di Rusia yang boleh diimpor dan didaftarkan dalam buku silsilah FIFe mana pun di luar Rusia, terlepas dari organisasi mana yang mengeluarkan silsilahnya," tulis FIFe dalam pernyataan resminya, seperti dikutip Global Times, Rabu (2/3/2022).
Baca Lainnya :
- Idealnya Tokoh Kaltim Ditunjuk Jabat Kepala Badan Otorita IKN0
- Apa Itu Ransomware? Acak-acak Sistem Keamanan Siber Bank Indonesia 0
- Google Wajibkan Karyawan Tes Covid-19 Sebelum Masuk Kantor 0
- Peneliti Temukan Kandungan Ganja Dapat Mencegah Corona Masuk ke Sel Tubuh Manusia0
- Jaguar Land Rover Indonesia Resmi Buka Dealer di Jakarta Selata0
"Juga, kucing milik orang yang tinggal di Rusia tidak boleh diikutsertakan di pameran FIFe mana pun di luar Rusia, terlepas dari di organisasi mana para peserta pameran ini memegang keanggotaan mereka."
Dalam keterangan tersebut ditulis bahwa sanksi tersebut berlaku hingga 31 Mei dan akan ditinjau kembali jika diperlukan.
Sebelumnya, sejumlah negara di dunia, seperti Amerika Serikat (AS), Jerman, Inggris, Kanada, Australia, Jepang, hingga Uni Eropa memberlakukan sanksi terhadap Rusia.
AS mengancam memblokir aset bernilai miliaran dolar di dua bank Rusia. Tidak hanya itu, aset pejabat elite negara komunis tersebut pun akan ditangguhkan.
Jerman juga menghukum Rusia dengan menghentikan sertifikasi pipa Nord Stream, jalur pipa gas alam yang menghubungkan Lubmin di Jerman menuju St. Petersburg di Rusia.
Sementara, Inggris akan membekukan aset lima bank besar dan tiga konglomerat Rusia, yakni Gennady Timchenko, Boris Rotenberg, dan Igor Rotenberg.
Tidak ketinggalan, Uni Eropa akan melemahkan ekonomi Rusia dengan memblokir akses pasar keuangan dan teknologi yang ada di benua biru tersebut. Mereka pun akan membekukan akses perbankan Rusia di Eropa.
Terbaru, Jepang akan menjatuhkan sanksi berupa pembatasan transaksi antar kedua negara, termasuk ekspor chip ke Rusia. Tak hanya itu, Negeri Sakura juga akan menjatuhkan sanksi terhadap organisasi dan individu asal Belarusia yang membantu Rusia dalam invasi tersebut.
Selain itu, setidaknya ada 27 federasi olahraga dunia yang telah menjatuhkan beragam sanksi kepada Rusia. Belasan diantaranya menjatuhkan hukuman larangan tampil bagi atlet, klub, dan timnas negara tersebut.










.jpg)
