- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Komisi II DPRD Kaltim Soroti Kebakaran di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Kebakaran yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda pada Rabu (30/7/2025) dini hari menarik perhatian Komisi II DPRD Kalimantan Timur.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono, menekankan pentingnya investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab kebakaran dan menilai standar perawatan gedung, termasuk fasilitas keamanan seperti alarm dan detektor asap.
"Yang pertama, kebakaran itu ditimbulkan dari apa harus diselidiki. Kedua, itu di gedung baru atau gedung lama?" tegas Sapto.
Baca Lainnya :
- Kasus Pembunuhan Aktivis Lingkungan di Paser Jadi Sorotan DPRD Kaltim0
- Beras Oplosan Premium Palsu Marak di Kaltim, DPRD Desak Pengawasan Pangan Diperketat0
- Babulu Terabaikan, DPRD Kaltim Desak Infrastruktur Pertanian Jadi Prioritas0
- Ancaman Prostitusi di Sekitar IKN, DPRD Kaltim Minta Pengawasan Sosial Diperketat0
- Beras Oplosan Terungkap di Balikpapan, Teknologi Jadi Senjata Pengawasan Pangan0
Jika kebakaran terjadi di gedung lama, Sapto mempertanyakan perawatan dan mitigasi bencana yang dilakukan. Ia menyoroti apakah alarm dan detektor asap sudah diperbarui atau dirawat dengan baik.
"Kalau itu tidak dijalankan dengan baik, berarti rumah sakit itu perlu tanda tanya. Siapa yang bertanggung jawab? Kewenangan siapa?" tambahnya.
Sebagai anggota Komisi II yang membidangi masalah keuangan, Sapto berencana memanggil seluruh rumah sakit pemerintah provinsi, khususnya yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), untuk memastikan anggaran pemeliharaan dijalankan dengan baik.
"Jangan-jangan maintenance ada biayanya tapi tidak dijalankan dengan baik," ujarnya, khawatir dana yang tersedia tidak tepat sasaran untuk pelayanan masyarakat, termasuk pemeliharaan fasilitas.
Sapto menolak jika penyebab kebakaran hanya disimpulkan karena korsleting listrik. Menurutnya, hal itu bisa menunjukkan adanya kelalaian.
"Saya juga orang K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), paham tentang ini," jelas Sapto, yang menegaskan dirinya sebagai teknisi memahami cara mengidentifikasi dan memitigasi risiko bencana, khususnya kebakaran.
Ia meminta agar pernyataan terkait penyebab kebakaran dibuat berdasarkan kajian keilmuan, bukan asumsi semata.
"Mohon maaf, kalau berstatement harus berdasarkan keilmuan ya, bukan asal menyampaikan," pungkasnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
