- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Ketua DPRD Kaltim Dorong Tata Kelola Lingkungan Selaras Pembangunan

Keterangan Gambar : Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Pembangunan berwawasan lingkungan dalam pengembangan wilayah di Kalimantan Timur (Kaltim) terus digaungkan. Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menegaskan pentingnya tata kelola lingkungan yang selaras dengan pembangunan, khususnya dalam aspek penataan ruang.
Menurutnya, pembangunan yang ramah lingkungan akan berdampak langsung pada terciptanya kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Lingkungan ini adalah jaminan bagi kesejahteraan serta mutu hidup generasi sekarang maupun yang akan datang,” tegas Hasanuddin.
Baca Lainnya :
- Darlis Pattalongi Tekankan Keseimbangan Fasilitas dan Tenaga Kesehatan di Kaltim0
- Abdulloh: Efisiensi Anggaran Bukan Pemangkasan, Tapi Strategi Terukur0
- Generasi Muda Dorong Kemajuan Pertanian di Kukar0
- Ananda Emira Moeis Perjuangkan Kesejahteraan dan Hak Perempuan di Kaltim0
- DPRD Kaltim Jaga Program Strategis di Tengah Efisiensi Anggaran0
Ia menekankan, pembangunan berbasis lingkungan hidup harus menjadi prioritas pemerintah daerah, termasuk dalam pengelolaan perizinan bagi perusahaan ekstraktif. Dengan begitu, keanekaragaman hayati tetap terjaga sekaligus menciptakan pembangunan berkelanjutan yang mendukung kesejahteraan masyarakat.
“Perlu adanya kolaborasi dan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dalam menjalankan program yang berwawasan lingkungan,” ujarnya.
Hasanuddin menambahkan, pembangunan berwawasan lingkungan bukan sekadar mengejar target infrastruktur, melainkan juga peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana dan terencana.
“Pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan wawasan lingkungan hidup dan sumber daya alam merupakan upaya untuk menjamin kesejahteraan serta mutu hidup masyarakat dalam jangka panjang,” pungkasnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
