- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Kapolsek Terduga Pemerkosa Anak Tersangka Diproses Polda Sulteng
Korban Mengaku Diiming-imingi Ayahnya Akan Dibebaskan

ANALOGNEWS.id - Kapolsek Parigi Iptu IDGN terduga pemerkosa anak tersangka jalani proses etik di Polda Sulawesi Tengah (Sulteng). Rencana sidang etik oleh Propam diagendakan pekan ini.
"Kami upayakan dalam satu minggu ini sudah disidang tentang kode etik,'' ujar Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Polisi Didik Supranoto mengutip Antara, Kamis (21/10/2021).
Didik menyampaikan, saat ini pihak Polda Sulteng tengah menyusun resume untuk gelar sidang kode etik terhadap Iptu IGDN.
Baca Lainnya :
- Pilkades Serentak di Kutai Timur Lancar dan Kondusif0
- Kodim 0908/Bontang Salurkan Bantuan Untuk PKL Senilai Rp1,2 Miliar0
- Rita Widyasari Jadi Saksi Dalam Kasus Stepanus0
- Taufik Soal Bendera Tak Berkibar di Thomas Cup : Bikin Malu0
- Indonesia Juara Thomas Cup 2020, Kalahkan China 3-0 di Final0
"Sampai saat ini masih dalam proses pemeriksaan, Kemudian terkait kode etik akan segera disusun resume setelah resume nanti kami akan tindak," kata Didik.
Sementara itu, pidana umum yang akan dijeratkan ke Iptu IDGN saat ini masih dalam tahap penyelidikan, dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi di Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sulteng. Setelah pemeriksaan saksi, kasus tersebut akan ditingkatkan pada tahap gelar perkara.
"Kalau pidana umum masih melakukan penyelidikan, semua yang terkait diperiksa krimum, setelah saksi diperiksa kami akan gelar, kemudian naik pada tahap penyidikan,'' ujarnya pula.
Iptu IDGN akan ditetapkan menjadi tersangka kasus pemerkosaan S setelah pemeriksaan saksi-saksi selesai dilakukan.
"Berdasarkan gelar setelah pemeriksaan saksi-saksi, bisa ditetapkan siapa tersangkanya,'' kata Didik lagi.
Didik menjelaskan bahwa hasil visum dari korban berinisial S juga telah dikantongi oleh pihak kepolisian, namun hasil tersebut belum dapat disampaikan ke publik.
"Tidak bisa sampaikan ke publik hasil visumnya,'' ujarnya pula.
Sebelumnya diberitakan, Kapolsek Parigi Iptu IDGN bakal diproses secara pidana buntut kasus dugaan pemerkosaan terhadap S (20), putri dari seorang tersangka kasus pencurian ternak. Iptu IDGN juga bakal menerima sanksi etik.
Hal itu disampaikan oleh Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo kepada wartawan di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Selasa (19/10/2021). Ferdy Sambo menyatakan Iptu IDGN kini sudah dicopot dari jabatannya.
"Kapolsek Parigi sudah dicopot, kemudian kemarin sudah melaporkan tindak pidananya kita akan proses," kata Ferdy Sambo.
Sambo menjelaskan pemeriksaan etik terhadap Iptu IDGN terus dilakukan. Namun, kata Sambo, putusan sidang tersebut akan disampaikan setelah vonis pidana.
"Berjalan, cuman nanti sidangnya setelah putusan pidana," ujar Sambo.
Sambo mengatakan Mabes Polri juga sudah memberikan arahan kepada seluruh Polda untuk meningkatkan pengawasan. Seluruh anggota diminta bertindak sesuai prosedur.
"Tadi sudah ada Anev di Mabes tingkat Mabes Polri ke seluruh Kasatwil untuk melakukan pengawasan melekat terhadap semua kegiatan operasional dari anggota di lapangan. SOP harus terus diperhatikan, kita harus terus mengingatkan ini," ujar Sambo.










.jpg)
