- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Kodim 0908/Bontang Salurkan Bantuan Untuk PKL Senilai Rp1,2 Miliar

Keterangan Gambar : Sumber foto : Pendim
ANALOGNEWS.id – TNI mulai menyalurkan Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) di Kota Bontang, Kalimantan Timur.
Melalui Kodim 0908 Bontang, bantuan senilai Rp 1,2 Miliar yang berasal dari Kementerian Sosial tersebut, mulai disalurkan, Selasa (19/10/2021).
Dandim 0908 Bontang, Letkol Arh Choirul Huda mengungkapkan, bantuan ini akan disalurkan secara bertahap hingga November mendatang.
Baca Lainnya :
- Rita Widyasari Jadi Saksi Dalam Kasus Stepanus0
- Taufik Soal Bendera Tak Berkibar di Thomas Cup : Bikin Malu0
- Indonesia Juara Thomas Cup 2020, Kalahkan China 3-0 di Final0
- Thomas Cup 2021: Pengibaran Merah Putih Dilarang, Indonesia Raya Tetap Dikumandangkan0
- IKN Akan Dipimpin Langsung Oleh Kepala Otorita Setara Menteri0
Total keseluruhan penerima bantuan sebanyak 1.000 orang. Untuk hari ini, Selasa (19/10/2021) Sekitar 187 penerima berasal dari Kelurahan Api-api dan Bontang Baru menerima bantuan tersebut.
“Hari ini penerima kita fokuskan dari Kelurahan Api-api dan Bontang Baru. Ini akan dilakukan secara bertahap hingga semua tersalur. Itulah batas maksimal yang akan dilaporkan kepada atasan kami dan kementerian,” ungkapnya.
Setiap penerima mendapat bantuan Rp 1.200.000. Bukan via transfer, akan tetapi diserahkan Cash kepada sipenerima. Sebab, nantinya ada verifikasi data yang dilakukan.
Sementara kategori penerima, lanjut Dandim, ialah mereka yang memiliki usaha. Bukan sampingan, melainkan usaha pokok.
“Diprioritaskan juga untuk mereka yang belum menerima bantuan yang berasal dari manapun. Baik BLT, Bansos dan bantuan lainnya. Olehnya itu kami juga berkoordinasi dengan Diskop-UKMP untuk pendataan,” ujarnya.
Ditambahkan Dandim, ia meminta jika ada yang tidak sesuai atau kurang pas di lapangan untuk segera dilaporkan.
“Bantuan ini disalurkan utuh. Tidak ada potongan sama sekali. Namun jika ada ditemukan di lapangan, kami yakinkan itu bukan dari kami. Untuk itu segera laporkan kepada saya,” terangnya.










.jpg)
