- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Embalut, Desa Inspiratif dengan Pertanian Jagung di Lahan Bekas Tambang

Keterangan Gambar : Foto: Kepala Desa Embalut, Kukar, Yahya.
ANALOGNEWS.id, KUKAR - Desa Embalut di Tenggarong Seberang telah menunjukkan kemajuan luar biasa dalam mengembangkan pertanian jagung di lahan bekas tambang.
Kepala Desa Embalut, Yahya, mengatakan bahwa desa ini telah berhasil melakukan empat kali panen jagung dan kini tengah mempersiapkan distribusi bibit jagung berkualitas tinggi kepada para petani.
"Kita akan coba bagikan ini kepada petani untuk diuji coba," ujar Yahya pada Kamis (4/4/2024).
Baca Lainnya :
- Zakat Sebagai Pilar Rukun Islam: Bupati Kukar Luncurkan Regulasi Baru0
- Bupati Kukar Edi Damansyah Resmikan Gedung BAZNAS, Tekankan Pentingnya Inovasi dan Adaptasi0
- UMKM Tuana Tuha dan Indomaret: Sinergi untuk Kemajuan Produk Lokal0
- Kerjasama Desa Muara Muntai Ilir dan Ponggok, Upaya Bersama Menuju Desa yang Lebih Baik0
- Muara Muntai Ilir: Desa Mandiri yang Berdayakan Nelayan0
Bibit jagung yang dipesan dari luar daerah ini diharapkan dapat meningkatkan produksi dengan jumlah buah yang melimpah, mencapai 5 sampai 6 buah per pohon.
Program ini merupakan bagian dari upaya Bupati Kukar untuk mengalihfungsikan lahan pasca tambang menjadi lahan produktif.
"Desa kita ini menjadi salah satu percontohan untuk menjawab tuduhan masyarakat bahwa lahan pasca tambang itu tidak baik untuk pertanian. Tapi di Embalut, kita buktikan itu bisa kita menciptakan pertanian yang produktif," kata Yahya.
Produksi jagung yang saat ini masih terbatas untuk kebutuhan lokal diharapkan dapat berkembang hingga mampu menembus pasar ekspor.
Hal Ini kata Yahya akan membawa dampak positif terhadap peningkatan pendapatan asli desa dan kesejahteraan masyarakat.
Yahya berharap agar inisiatif ini dapat memotivasi masyarakat dan kelompok tani di desanya untuk terus berinovasi dan meningkatkan hasil pertanian.
"Kami ingin masyarakat desa kami merasakan manfaat langsung dari program ini, baik secara ekonomi maupun sosial," tuturnya. (Adv)










.jpg)
