- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
EBIFF 2025, Panggung Diplomasi Budaya Kaltim ke Dunia Internasional

Keterangan Gambar : Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Immanuel. (Foto : Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA — East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025 resmi digelar di Samarinda. Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Immanuel, menyebut ajang ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan bentuk diplomasi budaya yang strategis dalam memperkenalkan potensi Kalimantan Timur ke kancah global.
Sorotan publik terhadap kekayaan budaya Kalimantan Timur kembali mencuat melalui perhelatan East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025 yang berlangsung di Samarinda. Festival berskala internasional ini tidak hanya menampilkan atraksi budaya, tetapi juga menjadi sarana promosi wisata dan penguatan identitas budaya di mata dunia.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kaltim, Ekti Immanuel, menilai EBIFF merupakan platform strategis untuk memperluas interaksi budaya antara Kaltim dan negara-negara lain, sekaligus memperkaya pemahaman masyarakat terhadap keberagaman budaya global.
Baca Lainnya :
- Syarifatul Syadiah Bantah Penghapusan Anggaran Media: Hanya Penyesuaian, Bukan Ditiadakan0
- Ananda Emira Moeis Gagas Wisata Edukatif Susur Sungai Mahakam: Perpaduan Rekreasi dan Sejarah Kota0
- Ananda Emira Moeis Dorong Kolaborasi Majukan Pariwisata Kaltim, Infrastruktur Jadi Kunci0
- DPRD Kaltim Ingatkan Pembangunan Pabrik Etanol Harus Perhatikan Bahan Baku dan Dampak Lingkungan0
- Wakil Ketua DPRD Kaltim Nilai Revisi UU IKN Terlalu Dini: Fokus Selesaikan Pembangunan0
“DPRD Kaltim tentu sangat mendukung kegiatan pemerintah seperti EBIFF ini, karena ini bukan hanya soal seni dan budaya, tetapi pintu promosi wisata kita ke dunia internasional,” ujar Ekti kepada wartawan usai menghadiri pembukaan kirab budaya di halaman Kantor Gubernur Kaltim.
Ekti mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Kaltim yang secara konsisten mengangkat budaya lokal melalui kerja sama lintas negara. Menurutnya, kehadiran delegasi dari Eropa, Sulawesi, Jawa, hingga Sumatera membuka peluang saling mengenal kekayaan budaya masing-masing daerah dan negara.
“Ini sangat positif. Dengan peserta dari berbagai daerah dan negara, kita juga bisa belajar dan mengenal budaya mereka, begitu pula sebaliknya mereka mengenal budaya kita,” imbuh politisi Partai Gerindra itu.
Salah satu penampilan yang paling mengesankan bagi Ekti adalah pertunjukan Reog Ponorogo. Ia mengaku selama ini hanya menyaksikannya lewat media sosial, namun kali ini dapat melihat langsung performanya secara dekat.
“Saya sangat terkesan melihat Reog Ponorogo. Biasanya hanya lihat di media, tapi kali ini bisa menyaksikan langsung. Itu luar biasa, penuh energi dan menggambarkan kekuatan budaya tradisional kita,” katanya.
Lebih jauh, Ekti berharap EBIFF terus dikembangkan dari tahun ke tahun, tidak hanya sebagai agenda budaya, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif dan industri pariwisata lokal.
“Festival seperti ini bukan sekadar tontonan, tapi investasi budaya. Kami harap ke depan bisa menjadi agenda budaya nasional dengan skala yang lebih besar,” tegasnya.
Sebagai informasi, EBIFF 2025 akan berlangsung hingga 29 Juli 2025, menghadirkan pertunjukan tari lintas negara, pameran kriya, forum diskusi budaya, hingga kunjungan delegasi mancanegara ke berbagai pusat budaya lokal di Kalimantan Timur. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
