DPRD Kaltim Dukung Revitalisasi Pulau Kumala, Salehuddin Ingatkan Soal Tata Kelola dan Keamanan

By Redaksi 30 Jun 2025, 17:45:53 WIB DPRD Kaltim
DPRD Kaltim Dukung Revitalisasi Pulau Kumala, Salehuddin Ingatkan Soal Tata Kelola dan Keamanan

Keterangan Gambar : Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin. (Foto: Ist)


ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Rencana rampungnya pembangunan wahana Waterboom di Pulau Kumala, Tenggarong, pada Desember 2025 disambut positif oleh DPRD Kalimantan Timur (Kaltim). Proyek senilai Rp400 miliar ini dinilai sebagai momentum kebangkitan ikon wisata daerah yang sempat mati suri.

Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin, menilai revitalisasi Pulau Kumala merupakan langkah strategis untuk mengembalikan fungsinya sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus lokomotif ekonomi lokal.

“Saya menyayangkan ini agak terlambat, tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Wahana lama harus direnovasi agar kawasan ini kembali hidup,” ujar Salehuddin belum lama ini.

Baca Lainnya :

Ia menyebut selama ini Pulau Kumala belum memberikan kontribusi optimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena itu, ia berharap proyek Waterboom tidak hanya menjadi wahana hiburan, tetapi juga memberi dampak ekonomi nyata bagi daerah dan masyarakat sekitar.

“Investasi Rp400 miliar itu jangan sampai jadi sia-sia. Yang penting ada kembalinya ke PAD,” tegasnya.

Selain aspek pendapatan, Salehuddin juga mengingatkan Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) untuk belajar dari pengalaman masa lalu, termasuk kegagalan dalam menjalin kerja sama dengan investor besar seperti Jatim Park. Ia menekankan pentingnya tata kelola kawasan wisata yang terencana dan berkelanjutan.

“Jangan sampai aset sebesar itu tidak digunakan dengan baik. Sayang kalau dibiarkan begitu saja,” tambahnya.

Ia juga menyoroti persoalan keamanan dan infrastruktur penunjang yang hingga kini masih minim. Salah satunya adalah lampu jembatan menuju Pulau Kumala yang belum berfungsi dan ketiadaan pengamanan di malam hari.

“Seperti di Jakarta, taman dibuka 24 jam tapi ada sistem pengamanannya. Di Kukar, jam 10 malam saja sudah sepi. Ini yang harus dibenahi,” tandasnya.

DPRD berharap revitalisasi Pulau Kumala tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup sistem pengelolaan yang profesional, dukungan UMKM lokal, serta menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata berdaya saing di tingkat nasional. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.